Cerpen Romantis | Ikrar untuk September

Cerpen romantis merupakan cerpen bergenre roman yang artinya cerpen yang mengisahkan sesuatu yang sifatnya romantis atau mengisahkan percintaan. Cerpen romantis bisanya sangat disukai oleh kalangan remaja karena diksi atau sudut pandangnya mengandung gaya bahasa yang membuat hati terkesan. Cerpen romantis juga banyak disukai tidak hanya oleh remaja namun orang-orang yang sudah tua pun sangat menyukai cerpen bergenre romantis ini, berbeda dengan cerpen yang bergenre horor atau misterius.

Nah di bawah ini Admin mencoba memposting cerpen romantis dengan judul Ikrar Untuk September yang mengisahkan seorang wanita yang bernama Cany yang ingin segera menikah dengan lelaki tampan bernama Fras. Untuk lebih jelasnya langsung baca saja ya, semoga membuat kamu terkesan!

Ada beberapa cerita fiksiku menceritakan tentangmu dan kita, bagaimanapun kejujuran yang tertuang dalam cerita itu kujadikan bukti bahwa engkau setidaknya telah menggandeng dan mengangkangi hidupku. Pilah-pilah rasa dan kenangan sengaja kuselipkan diantara ribuan kata yang tergores dalam kertas itu. Kusimpan dengan rapi, sesekali kubaca di malamku yang murung. Ada senyum tersungging pada bibirku yang tak begitu tipis namun jatuh, tak jarang kelopak mata juga tak mampu membendung keharuan dan kesedihan.

Cerpen Romantis | Ikrar untuk September


Ikrar untuk September

Penulis: O S I V


Nangkirng.net_ Ada beberapa cerita fiksiku menceritakan tentangmu dan kita, bagaimanapun kejujuran yang tertuang dalam cerita itu kujadikan bukti bahwa engkau setidaknya telah menggandeng dan mengangkangi hidupku. Pilah-pilah rasa dan kenangan sengaja kuselipkan diantara ribuan kata yang tergores dalam kertas itu. Kusimpan dengan rapi, sesekali kubaca di malamku yang murung. Ada senyum tersungging pada bibirku yang tak begitu tipis namun jatuh, tak jarang kelopak mata juga tak mampu membendung keharuan dan kesedihan.

"Cintaku padamu seperti ujung kuku, semakin hari semakin tumbuh"

Katamu itu yang sampai saat ini terngiang, hingga menjadi arca dalam batinku. Sungguh, engkau yang selama ini aku tulis, meskipun engkau tak pernah membacaku.

Sulit rasanya mendeskripsikan peperangan dalam jiwaku, semuanya ingin kuletuskan saja di telinganya, namun tak bisa. Hanya dengan Tuhan dan mata pena kumampu berdialog.

"Tuhan merahasiakan jodohmu, karena Tuhan ingin kamu mencarinya". Celetuk sahabatku Mona, sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Aku hanya butuh waktu dan strategi yang tepat untuk merehab kembali bangunan cinta kami yang telah rusak. Sayang sekali waktu 4 tahun bersamanya terbuang sia-sia.” Jawabku seraya mengerutkan dahi.

Hatiku telah tertutup untuk orang lain, bagiku Fras merupakan nama yang paling indah diantara jutaan nama pemilik wajah tertampan sekalipun. Memulai dari pondasi lagi tidaklah mudah bagi, barangkali jika merenopasi langit-langit dan membetulkan tiang-tiang bangunan cinta kami yang telah condong akan cepat megah kembali.

“Terkadang apa yang kamu miliki tak dapat kamu nikmati. Tetapi jika melihat dari kesungguhannmu, sepertinya kamu pantas mendapatkannya kembali. Apapun perasaan yang kamu alami saat ini, semoga menguatkan tekad bulatmu dan tangan Tuhan turut membantu.” Hibur Mona sambil memandang lepas ke langit yang biru.

Dewasa juga sahabatku, baru kali ini aku mendengar dia berkata bijak seperti layaknya guru ngaji di kampungku, padahal biasanya dia hanya cerewet membahas wanita-wanita yang rajin bersolek. Mona memang tergolong wanita sederhana yang kurang begitu memperhatikan penampilannya, terutama berdandan. Baginya cantik itu tidak didukung oleh make up yang mahal, bedak yang tebal, alis yang melengkung hitam dan warna bibir yang mencolok, semua akan-terlihat cantik dan indah jika ada keserasian antara akhlak dan pemikirannya yang sehat.

Pernah suatu hari aku mendengar Mona berpendapat mengenai wanita, dengan santainya Mona berkata; “Wanita itu ya Wanito, wani ditoto, artinya wanita itu harus berani ditata.” Aku hanya bisa tersenyum simpul jika Mona sudah mengeluarkan istilah-istilah jawanya itu.

“Terima kasih, Mona. Kamu memang sahabatku yang paling baik. sungguh aku beruntung memiliki sahabat sepertimu.” Jawabku simpul.

“Lihatlah di sekelilingmu, Ceny! Taman ini hijau dan luas, di sana-sini tumbuh subur bunga-bunga yang indah. Perhatikan baik-baik putik bunga kamboja itu, keindahannya tidak rusak hanya karena kumbang seringkali menghisap sarinya. Kamu pun harus seperti putik kamboja itu, tetap indah meskipun rasa kecewa teramat dalam sedang merobek-robek batinmu. Tersenyumlah, Ceny!!!”

Aku menatap wajah Mona dalam-dalam, ada keseriusan nampak dari bulatan mata hitamnya. Benar juga apa yang dikatakan Mona; aku harus tetap tersenyum, karena di situlah keindahanku terpancar.

“Ok” Balasku pendek sembari memperlihatkan senyum manisku.
“Nah gitu dong!!! Yuk...” Sambar Mona penuh bangga sambil meraih tanganku untuk pulang.

***

Purnama telah menampakkan wajahnya yang ranum. Di teras rumahku yang mungil, aku duduk santai tanpa alas dengan secarik kertas di tangan kiriku dan sebatang pena di tangan kananku. Samar-samar dari kejauhan terlihat lelaki bertubuh tegap sedang melangkah gontai menuju ke arahku. “Sipa malam-malam begini yang akan bertamu ke rumahku?” Gumamku dalam hati.

“Ceny, maafkan aku telah meninggalkanmu. Waktu itu aku sangatlah bodoh, entah apa yang ada di pikiranku saat itu, yang jelas aku sangatlah bingung untuk menentukan sebuah keputusan. Keluargaku bersikeras untuk menjodohkanku dengan wanita lain pilihan mereka. Selama satu bulan ini aku seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Kali ini aku sudah tak tahan, tadi aku kumpulkan seluruh keluargaku. Aku tumpahkan semua kegamangan yang menyekapku selama ini, aku katakan pada mereka; Bukan keluarga ini yang berhak  menentukan jodohku, tapi Tuhan. Aku juga tegaskan pada mereka bahwa aku tak akan menikahi wanita pilihan mereka. Sebenarnya aku malu untuk menemuimu lagi, Ceny. Tapi aku pikir aku harus menyampaikan ini padamu. Maafkan aku kasih, maafkan aku!!!” Fras tersungkur di hadapanku dengan linangan air mata, ada penyesalan yang mendalam terlihat dari sudut matanya.

Kebimbangan menyelimutiku. Haruskah aku terima kembali kehadiran Fras? Sedangkan dia telah membuat batinku terluka, dia telah membunuh semua harapanku selama ini. Tapi jauh dari lubuk hati ya terdalam aku mengerti dengan posisinya, dia hanya korban paksa keluarganya.

“Bangunlah, Fras. Aku mau memaafkanmu, asalkan penuhi keinginanku. Berjanjilah satu hal padaku.” Pintaku penuh haru.

“Katakan, sayang! Apa yang kamu inginkan dariku? Selama ini aku tak pernah menjanjikan sesuatu padamu, karena aku takut mengingkarinya. Tapi kali ini aku- akan sungguh-sungguh berjanji untuk yang pertama kalinya padamu.”  Serang Fras dengan pertanyaannya sambil memegang kedua telapak tanganku.

“Nikahi aku di bulan September, Fras.” Pintaku tegas.

Beberapa saat hening, Fras tak segera menjawabnya, dia menatap mataku dalam-dalam. Hatiku berdebar menanti jawabannya. Entahlah apa yang akan dia katakan untuk menjawab permintaanku, sama sekali aku tak bisa menebaknya.

“Baik. Baiklah, sayang. Aku berjanji akan menikahimu di bulan September. Tuhan, purnama dan  sebuah bangku kecil di sudut pekarangan rumahmu yang menjadi saksi janjiku.” Jawab Fras, lalu mendekatkan wajahnya dan mengecup kecil keningku.

Malam itu aku sangat bahagia, kini Fras datang kembali pada kehidupanku, sejak kepergiannya satu bulan yang lalu. Selama itu kami tak pernah bertemu, bahkan berkomunikasi pun tak pernah.

“Aku sangat merindukanmu, kasih.” Ucap Fras membuyarkan lamunanku di pelukannya.

Enggan sekali melepas pelukan hangat ini yang lama menghilang. Pelan-pelan kugerakkan kepalaku untuk melihat wajahnya yang damai. Kecupan mesra kembali mendarat pada bibirku untuk kesekian kalinya, dan ahhh.... aku terbuai dengan keindahan tiada tara.

Tok tok tok, tok tok tok......
Can, Cany. Bangun Can...!!!
Seketika aku terperanjat, dan menggosok-gosok mataku.


Bagaimana rasanya setelah membaca cerpen romantis di atas? semoga terhibur ya baca juga Cerpen Romantis | Rembulan Tampak Anggun Walau Selalu Bertelanjang

Belum ada Komentar untuk "Cerpen Romantis | Ikrar untuk September"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel