Makalah Sistem Reproduksi Manusia

Makalah Sistem Reproduksi Manusia

Nangkring.net_ Makalah Sistem Reproduksi Manusia adalah karya ilmiah hasil penelitian dari seluruh sistem reproduksi manusia yang terdiri dari beberapa bagian atau organ yang vital bagi kelangsungan hidup manusia. Di bawah ini merupakan uraian atau penjelasan mengenai hasil penelitian yang tersusun sebagai Makalah Sistem Reproduksi Manusia.

Makalah Sistem Reproduksi Manusia adalah karya ilmiah hasil penelitian dari seluruh sistem reproduksi manusia yang terdiri dari beberapa bagian atau organ yang vital bagi kelangsungan hidup manusia. Di bawah ini merupakan uraian atau penjelasan mengenai hasil penelitian yang tersusun sebagai Makalah Sistem Reproduksi Manusia.
***

KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan Inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah biologi tentang Sistem Reproduksi Manusia.

Makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat. Selain itu, makalah ini juga dijadikan sebagai sarana pembelajaran bagi pembaca sebagai bahan pembelajaran mata pelajaran IPA.

Kami menyadari makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan baik isi maupun bentuk penulisannya, karenanya kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif yang dapat kami gunakan sebagai masukan untuk perbaikan di masa mendatang.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua khusnya bagi siswa.

Januari 2018

Penulis

***

DAFTAR ISI 


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN 
C. Latar Belakang
D. Rumusan Masalah
E. Tujuan 

BAB II  PEMBAHASAN
A. Organ Reproduksi Pria 
B. Organ Reproduksi Wanita
C. Kelainan dan Penyakit Pada Organ Reproduksi Manusia

BAB III  PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

***

ABSTRAK


Pada manusia reproduksi hanya berlangsung secara seksual. Sistem reproduksinya dibedakan menjadi organ reproduksi pria dan wanita. Alatkelamin pria berfungsi sebagai penghasil gamet jantan (spermatozoa). Alatkelamin pria dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Alat kelamin luar berupa penis yang berfungsi sebagai alat kopulasi (persetubuhan). 

Sedangkan organ reproduksi dalam pada pria terdiri atastestis, saluran reproduksi dan kelenjar kelamin. Begitu pula dengan alatkelamin wanita dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Fertilisasi (pembuahan) diawali dengan pembentukan spermatozoa didalam testisdan ovum di dalam ovarium. 

Pembentukan spermatozoadisebut spermatogenesis dan pembentukan ovum disebut ogenesis. Sistem reproduksi juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit atau kelainan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh kumanpenyakit, faktor genetik, atau hormon.

Kata kunci : 
reproduksi, fertilisasi, testis, ovarium, sperma, ovum, spermatogenesis, ogenesis.

***

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Istilah biologi berasal dari bahasa Yunani, bios yang berarti “kehidupan” dan logos yang berarti “ilmu”. Jadi biologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran dan taksonominya.

Di dalam ilmu biologi terdapat cabang bilogi yang salah satunya adalah anatomi. Di mana membahas tentang sistem reproduksi terdapat pada anatomi fisiologi. Reproduksi adalah salah satu cara yang di lakukan oleh manusia untuk menghasilkan keturunan. Reproduksi pada manusia di bagi menjadi dua, yaitu pada pria dan wanita.

Sistem reproduksi pada pria meliputi penis, skrotum, testis, saluran kelamin, kelenjar kelamin. Sedangkan pada alat reproduksi pada wanita berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan.


B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apa saja alat reproduksi pada manusia?
  2. Bagaimana proses reproduksi pada manusia?


C. Tujuan Penulisan Makalah

Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini di susun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
  1. Untuk mengetahui alat-alat reproduksi pada manusia
  2. Sebagai bahan pembelajaran mata pelajaran IPA siswa
***

BAB II
PEMBAHASAN


Cara organ reproduksi berkembang sangat menakjubkan. Sel benih testis pada orang laki-laki, maupun sel benih ovarium pada orang perempuan tampak pada awal kehidupan janin. Maka kelamin sudah sangat pagi-pagi ditentukan, tetapi sifat kelamin belum dapat dikenal. Ovum adalah sel benih dalam ovarium dan spermatozoon adalah sel benih pada laki-laki.

A. Organ Reproduksi Pria

1. Organ reproduksi bagian luar
  • Penis (zakar) terdiri atas jaringan seperti busa dan memanjang dari glans penis (kepala zakar), tempat muara uretra. Kulit pembungkus glans penis adalah preputum atau kulup. Khitan adalah pelepasan sama sekali sebagian dari preputum.
  • Skrotum (kandung buah pelir) adalah sebuah struktur berupa kantong yang terdiri atas kulit tanpa lemak subkutan; berisi sedikit jaringan otot.
2. Organ reproduksi bagian dalam
  • Testes adalah organ kealmin laki-laki untuk pengembangbiakan, tempat spermatozoa di bentuk dan hormon laki-laki menghasilkan testosteron. Testosteron adalah hormon kelamin laki-laki, di sekresikan oleh sel interstisiil, yaitu sel-sel yang terletak di dalam ruang antara tubula-tubula seminiferus. Pengeluaran testosteron bertambah dengan nyata pada masa pubertas dan bertanggung jawab atas pengembangan sifat-sifat kelamin sekunder: yaitu pertumbuhan jenggot; suara lebih berat; pembesaran genetalia.
  • Saluran kelamin
  1. Epididimis adalah organ kecil yang terletak di belakang testis serta terkait padanya. Terdiri atas sebuah tabung sempit yang sangat panjang dan meliku-liku di belakang testis. Melalui tabung ini sperma berjalan dari testis masuk ke dalam vas deferens.
  2. Vas deferens adalah sebuah saluran yang berjalan dari bagian bawah epididimis. Naik di belakang testis, masuk ke tali mani (funikulus spermatikus), dan mencapai rongga abdomen melalui saluran inguinal, dan akhirnya berjalan masuk ke dalam pelvis.
  • Kelenjar kelamin
  1. Vesikula seminalis atau kandung mani adalah dua buah kelenjar tubule yang terletak kanan dan kiri di belakang leher kandung kencing.
  2. Kelenjar prostat kira-kira sebesar buah walnut atau buah kenari besar, terletak di bawah kandung kencing, mengelilingi uretra, dan terdiri atas kelenjar majemuk, saluran-saluran, dan otot polos. Prostat mengeluarkan sekret cairan yang bercampur dengan sekret dari testis.


B. Organ Reproduksi Wanita

Beberapa alat reproduksi pada wanita:

1. Vagina (liang sanggama)

Vagina adalah tabung berotot yang di lapisi membran dari jenis epitelium bergaris yang khusus, dialiri pembuluh darah dan serabut saraf secara berlimpah.

Dinding vagina terdiri atas 3 lapisan, yaitu lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Lapisan mukosa merupakan pelindung vagina. Adapun lapisan jaringan ikat membuat vagina begitu elastis, terutama pada wanita muda. Vagina mempunyai 3 fungsi yaitu:
  • Sebagai saluran mengalirkan dan mengeluarkan darah haid, nifas, dan sekret lainnya;
  • Alat untuk senggama;
  • Jalan lahir rahim.

Organ reproduksi dapat dibagi dalam organ externa dan organ interna.

A. Organ externa (luar)
  • Mons veneris, sebuah bantalan lemak yang terletak di depan simfisis pubis. Daerah ini di tutupi bulu pada masa pubertas.
  • Labia mayora (bibir besar) adalah dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva, dan terdiri atas kulit dan lemak, dan jaringan otot polos, pembuluh darah dan selaput saraf. Labia mayora panjangnya kira-kira 7,5 cm.
  • Nimfae atau labia minora (bibir kecil) adalah dua lipatan kecil dari kulit di antara bagian atas labia mayora.
  • Klitoris (kelentit) adalahsemua jaringan erektil kecil yang serupa dengan penis laki-laki.
  • Vestibula di setiap sisi di batasi oleh lipatan labia dan bersambung dengan vagina. Kelenjar vestibula mayor (Bartholini) terletak tepat di belakang labia mayora di setiap sisi. Kelenjar ini mengeluarkan lendir dan salurannya keluar antara himen dan labia minora. Himen adalah diafragma dari membran tipis, di tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir ke luar.

B. Organ interna (dalam)
  • Uterus (rahim)
Uterus adalah organ yang tebal, berotot, berbentuk buah pir, terletak di dalam pelvis. Ototnya di sebut miometrium dan selaput lendir yang melapisi sebelah di dalamnya di sebut endometrium. Uterus terbagi atas tiga bagian, yaitu:
  1. Bagian cembung di atas muara tuba uterina,
  2. Badan uterus melebar dari fundus ke servix, sedangkan antara badan uterus dan servix terdapat ithmus (segmen bawah rahim)
  3. Servix, bagian bawah yang sempit

Selanjutnya, rahim memiliki lubang rahim yang terdiri atas lubang bagian luar yang di sebut orificium uteri externa (OUE) dan lubang bagian dalam yang di sebut orificium uteri interna (OUI).
Fungsi uterus yaitu untuk menahan ovum yang telah di buahi selama perkembangan.


2. Ovarium (indung telur)
Kedua ovarium adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari, terletak di kanan dan kiri uterus, di bawah tuba uterina dan terikat di sebalah belakang oleh ligamentum latum uteri. Ovarium berisi sejumlah besar ovum belum matang, yang di sebut oosit primer. Pematangan filikel Graaf dan pengeluaran ovum di sebut ovulasi.

Ovarium memiliki 3 fungsi yaitu:
  • Fungsi utama ovarium adalah sebagai tempat pematangan sel-sel germinal dan produksi hormon.
  • Produksi ustrogen
  • Produksi progesteron

Hormon ustrogen di keluarkan oleh ovarium dari mulai anak-anak sampai sesudah monopause. Hormon ini di namakan hormon folikuler karena terus di hasilkan oleh sejumlah besar folikel ovarium dan seperti semua hormon yang beredar di dalam aliran darah.

Progesteron di sekresikan oleh korpus luteum, dan melanjutkan pekerjaan yang di mulai oleh ustrogen terhadap endometrium, yaitu menyebabkan endometrium menjadi tebal, lembut, serta seperti beludru, siapuntutk penerimaan ovum yang telah di buahi. Progesteron menghambat menstruasi.

Terjadinya menstruasi di awali oleh degenerasi korpus luteum yang mengakibatkan kadar progesteron darah menurun, tetapi sewaktu hamil menstruasi tidak terjadi. Sebabnya ialah seperti berikut. Sel paling luar dari konseptus (khorion) pada waktu menembus ke dalam endometrium mengeluarkan sejenis hormon ( gonadotrofin khorionik) dan hormon ini bekerja atas korpus luteum dan menjamin tetap berlangsungnya sekresi progesteron.

Menstruasi adalah sebuah perubahan-perubahan yang kompleks dan harmonis yang di pengaruhi oleh hormon-hormon tertentu. Hormon-hormon ini di atur oleh otak, alat-alat kandungan, kelenjar tiroid, dan beberapa kelenjar lainnya.

Berikut hormon-hormon tersebut:
  • FSH (fillicle stimulating hormone) yang di keluarkan oleh otak
  • Estrogen yang di hasilkan kandung telur
  • LH ( luteinizing hormone) yang di hasilkan otak
  • Progesteron yang di hasilkan kandung telur

Menstruasi biasanya terjadi pada wanita 28 hari sekali atau di sebut juga siklus menstruasi, dengan masa menstruasi sekitar 7 hari. Siklus menstruasi terdiri atas:
  • Fase proliferasi. Di bawah pengaruh estrogen, endometrium mengalami prolifekasi, epitelnya mengalami regenerasi, kelenjar memanjang, dan jaringan ikat menambah. Fase ini biasanya terjadi selama 7-9 hari.
  • Fase sekresi. Di bawah pengaruh progesteron, kelenjar membesar dan melebar serta berkelok-kelok, juga mengeluarkan banyak getah dan jaringan ikat yang di antaranya menjadi sembab. Fase ini biasanya terjadi selama 11 hari.
  • Fase iskemia/prementruasi. Jika telur tidak di buahi, korpus gluteum berdegenerasi dan lapisan endometrium mengalami pengerutan. Saat ini hormon progesteron dan estrogen akan turun. Fase ini biasanya terjadi selama 3 hari.
  • Fase menstruasi. Fase ini biasnya terjadi selama 3-6 hari.

Pembuahan adalah hasil penggabungan sel reproduktif laki-laki, spermatozoon, dengan ovum atau sel telur, yang secara normal terjadi di dalam tube uterina sebagai lanjutan hubungan kelamin. Sejumlah spermatozoa di tumpahkan ke dalam vagina. Spermatozoa itu berjalan melalui uterus dan masuk ke dalam tuba uterina. Di sini di jumpainya hambatan karena gerakan lapisan silia pada tuba di tujukan untuk membawa ovum lewat dari ujung yang satu pada tuba ke arah uterus, akan tetapi spermatozoa di putar maju oleh gerakan ekornya. Hanya seekor saja di perlukan untuk pembuahan. Penggabungan ke dua sel di laksanakan oleh spermatozoa dengan menembus ovum. Penggabungan itu menghasilkan pembuahan.

Ovum yang telah di buahi melanjutkan perjalanannya ke luar tuba ke arah uterus dan perjalanan ini berlangsung satu minggu. Sambil berjalan ovum tumbuh melalui mitosis menjadi beberapa buah sel baru yang tetap bergabung tanpa mengubah ukuran sel telur itu secara keseluruhan. Setelah tiba di dalam uterus, sel-sel lapisan luar konseptus ini menghancurkan bagian dari endometrium dan ovum itu pun membenamkan diri ke bawah permukaan dan terjadi inplantasi. Hal ini secara normal terjadi di bagian atas badan uterus dekat muara tuba uterina. Tetapi konseptus dapat tertanam di tempat manapun pada endometrium, dan kalau tertanam dekat servix maka kelak plasentanya akan terletak di depan fetus.

Kemudian terbenam di dalam dinding uterus dan perkembangannya berlangsung terus untuk membentuk manusia yang seluruhnya lengkap baru. Kehamilan berlangsung.


3. Tuba Uterina (Fallopi)

Bagian tuba uterina meliputi pars intertisisalis, ithamus, ampula, dan infundibulum, dan di lengkapi dengan fimbria. Salah satu fimbria begitu panjang hingga mendekati ovarium. Bahkan, melalui kontraksi otot polos yang ada di dalamnya, fimbria ini dapat mencapai ovarium. 

Di dalam tuba juga terdapat sel-sel bercilia (berbulu) yang khas, yang selalu bergetar dengan arah gerakan tertentu. Gerakan atau getaran rambut atau bulu ini bertujuan untuk menyalurkan telur atau hasil konsepsi ke rahim.

Tidak adanya atau rusaknya cilia ini akan membuat sel telur tidak dapat bergerak dengan sempurna sehingga dapat menyebabkan seorang wanita mengalami infertilitas (tidak dapat mengandung).
Fungsi normal tuba uterina ialah untuk mengantarkan ovum dari ovaraium ke uterus. Juga menyediakan tempat untuk pembuahan.


4. Kelenjar Mammae (Payudara)

Kelenjar mammae atau payudara adalah suatu organ yang tersusun dari jaringan ikat dan jaringan lemak. Payudara memiliki daerah yang menonjol yang di sebut puting susu. Puting susu di lingkari oleh daerah yang berwarna coklat atau kehitaman yang di sebaut areola mammae.

Pada areola mammae ini terdapat glandula sebacea (kelenjar minyak) dan glandula montgomery sebagai tempat pengeluaran beberapa kelenjar. Adapun kelenjar minyak itu sendiri berfungsi untuk melembabkan daerah sekitar areola mammae sehingga tidak mudah pecah-pecah.

Di dalam payudara juga terdapat pembuluh darah, saraf, dan pembuluh getah bening. Selain itu, juga memiliki beberapa kelenjar yang salah fungsinya adalah mengeluarkan minyak untuk memelihara agar puting susu tetap lentur dna lunak serta memiliki jaringan fibrosa yang menyebar dari puting susu.

Sepanjang siklus menstruasi, payu dara mengalami perubahan sesuai siklus hormon yang terjadi sehingga pada fase tertentu dari siklus menstruasi, payu dara dapat terasa penuh, berat, dan nyeri. Kejadian ini sangatlah alamiah.


C. Kelainan dan Penyakit Pada Organ Reproduksi Manusia

1. HIV/AIDS

AIDS (Acquired Immune Defeciency Syndrome) di sebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya.

Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit.

a. Gejala HIV

AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih. Seseorang yang mengidap AIDS tidak dapat melindungi dirinya dari segala macam bibit penyakit. Akibatnya, penderita bisa terserang berbagai penyakit.
Pada awalnya, orang yang terinfeksi HIV tampak seperti orang yang sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu. Fase ini dapat terjadi selama 5 – 7 tahun, tergantung dari kekebalan tubuh si penderita.

Pada tahap selanjutnya, akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Kemudian akan timbul bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus menerus, serta flu yang tidak sembuh-sembuh. Fase ini berlangsung 6 bulan sampai 2 tahun.

Tahap terakhir atau fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang. Pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumonia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya. Kejadian ini berlangsung selama 3-6 bulan. Untuk mengetahui apakah seseorang dinyatakan positif menderita AIDS, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap banyaknya jumlah sel T pada darahnya.


b. Penularan HIV
Sebagian besar orang tertular HIV karena hubungan seksual. Virus HIV dapat menyerang orang pemakai narkoba dan tato yang menggunakan jarum suntik dan semprotan yang telah terkontaminasi oleh virus HIV. Penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah. Ibu hamil yang mengidap AIDS dapat menularkan virus HIV pada janinnya.

Penularan HIV sangat cepat sekali, seperti di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pengguna narkoba semakin banyak, seks bebas, dan perpindahan penduduk yang tinggi. Untuk itulah, kita harus menanggapi dengan serius dan sebisa mungkin mencegah penyebaran virus ini.


c. Pencegahan HIV

Obat penyakit AIDS ditemukan sampai saat ini. Satu-satunya jalan supaya terhindar dari penyakit ini adalah meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, AIDS dapat juga dicegah dengan cara sebagai berikut.
  1. Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang menderita penyakit ini.
  2. Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu narkoba.
  3. Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang yang akan mendonorkan darahnya.
  4. Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya untuk sekali pakai.

2. Sifilis 

Penyakit sifilis sering disebut raja singa. Sifilis bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri Troponema pallidum. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan kehamilan. Gejala awalnya timbul bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim perempuan. Bisul ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha. Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan.

3. Gonore

Penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput lendir uretra, leher rahim, dan organ lain. Pada laki-laki, gejalanya adalah terasa sakit saat buang air dan keluar nanah dari uretra. Pada penderita wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin. Namun banyak perempuan yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis Infeksi yang menyebar hingga ke testis (pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera mendapatkan pengobatan.

4. Klamidia (Klamidiasis)

Pada laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine. Sehingga mengakibatkan infeksi pada testis.

5. Herpes (dhab)

Luka pada vagina atau penis. Ini sangat membahayakan jantung dan otak, melalui ibu yang ditularkan ke fetusnya.

6. Candidiasis (keputihan)

Gejala yang timbul yaitu luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia Infeksi pada dinding vagina, langit -langit, lipatan dekat anus. Melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama kelahiran. Ini dapat diakibatkan karena kebersihan vagina, mulut dan anus tidak terjaga.

***

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat di simpulkan bahwa alat-alat reproduksi pada manusia di bagi 2 yaitu pada pria dan wanita.

Alat reproduksi pada pria terdiri dari testis, penis, skrotum, kelenjar prostat, vas deferens, efididimis, dan vesikula seminalis. Sedangkan pada wanita di bagi menjadi 2 organ, yaitu organ bagian luar dan organ bagian dalam.

Pada proses reproduksi juga di mulai dari pelepasan spermatozoa di tumpahkan de dalam vagina, lalu melalui uterus dan masuk ke dalam tuba uterina kemudian spermatozoa di seleksi sampai hanya 1 yang terpilih. Penggabungan ke dua sel di lakukan spermatozoa dengan menembus ovum. Ovum yang telah di buahi kemudian berjalan ke uterus. Di uterus menghancurkan endometrium dan membenamkan diri. Dan kehamilan pun berlangsung.


B. Saran

Saran-saran yang dapat diberikan penulis pada pembaca khususnya untuk siswa sebagai berikut:
  1. Sebaiknya sistem reproduksi yang terdapat dalam tubuh kita harus dijaga dan dirawat agar tetap sehat. 
  2. Para pembaca sebaiknya mulai menyadari bahwa menjaga sistem reproduksi itu sangat penting dalam kehidupan. Itu adalah salah satu hal yang kita lakukan agar sistem reproduksi dapat berfungsi dengan baik. 
  3. Jagalah bagian-bagian yang ada dalam tubuh kita salah satunya dengan menjaga sistem reproduksi yang kita miliki.
***

DAFTAR PUSTAKA


Evelyn C. Pearce. 2002. Anatomi dan Fisiologi Untuk Para Medis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Dr. Yahya N, Dipl. CIBTAC. 2011. Kesehatan Reproduksi Pranikah. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

***

Itulah Makalah Sistem Reproduksi Manusia, semoga sedikit banyaknya dapat bermanfaan bagi kita semua, untuk melengkapi Makalah Sistem Reproduksi Manusia ini kami harapkan Anda dapat menambahkan di kolom komentar agar Makalah Sistem Reproduksi Manusia ini dapat tersusun dengan baik.
LihatTutupKomentar
Cancel

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel