Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia

Nangkring.net_  Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia merupakan makalah yang biasanya disusun atas dasar pemenuhan tugas mata pelajaran IPS atau PKn tingkat SMA. Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia ini penting disusun oleh khususnya Siswa karena notabenya sebagai pelajar sekaligus Pemuda Indonesia.

Di bawah ini merupakan contoh Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia, sedikit banyaknya membahas mengenai peren pemuda dalam mengisi kemeredekaan bangsa Indonesia.

Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia merupakan makalah yang biasanya disusun atas dasar pemenuhan tugas mata pelajaran IPS atau PKn tingkat SMA. Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia ini penting disusun oleh khususnya Siswa karena notabenya sebagai pelajar sekaligus Pemuda Indonesia

KATA PENGATAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas pendidikan kewarganegaraan. Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas dari pendidikan kewarganegaraan. Selain itu juga penulis ingin memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai Peranan Pemuda Dalam Pembangunan Bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang telah banyak memberikan pengetahuan kepada penulis dalam menyusun tugas ini serta kepada semua pihak yang telah membantu .

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penulis mengaharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca, khususnya dari teman-teman satu kelompok dan guru yang bersangkutan.

Penulis

***

DAFTAR  ISI


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar BelakangMasalah
B.  Rumusan Masalah
C.  Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

A.  Definisi Pemuda
B.  Manfaat Pemuda
C.  Peranan Pemuda Dalam Mengisi Kemerdekaan

BAB III PENUTUP

A.  Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

***

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujukan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa, Pemuda lah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun  gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.

Pemuda-pemudi generasi sekarang sangat berbeda dengan generasi terdahulu dari segi pergaulan atau sosialisasi, cara berpikir, dan cara menyelesaikan masalah. Pemuda-pemuda zaman dahulu lebih berpikir secara rasional dan jauh ke depan. Dalam arti, mereka tidak asal dalam berpikir maupun bertindak, tetapi mereka merumuskannya secara matang dan mengkajinya kembali dengan melihat dampak-dampak yang akan muncul dari berbagai aspek. Pemuda zaman dahulu juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Contohnya saja, sejarah telah mencatat kiprah-kiprah pemuda Indonesia dalam memerdekakan Negara ini. Bung Tomo, Bung Hatta, Ir. Soekarno, Sutan Syahrir, dan lain-lain rela mengorbankan harta, bahkan mempertaruhkan nyawa mereka untuk kepentingan bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan pemuda zaman sekarang, masih terkesan acuh terhadap masalah-masalah sosial di lingkungannya. Pemuda-pemuda saat ini telah terpengaruh dalam hal pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, bahkan kemajuan teknologi pun yang seharusnya membuat mereka lebih terfasilitasi untuk menambah wawasan ataupun bertukar informasi justru malah disalahgunakan. Tidak jarang kaum-kaum muda saat ini yang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan seorang pemuda, seperti membuka situs-situs porno dan sebagainya.



B. Rumusan Masalah

  1. Definisi Pemuda
  2. Manfaat Pemuda
  3. Peran Pemuda DalamMengisi Kemerdekaan


C. Tujuan Penulisan

Makalah ini di buat dengan tujuan agar para pembaca terutama mahasiswa dapat mangetahui dan memahami peran pemuda-pemudi dalam pembangunan bangsa indonesia.


***

BAB II
PEMBAHASAN



A. Definisi Pemuda

Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional, WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.

Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural. Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.

Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif. MAHASISWA SEBAGAI WARGA NEGARA.


B. Manfaat Pemuda


“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan Negara.  Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara.  Generasi muda  harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat. Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. Ketika memperebutkan kemerdekaan dari penjajah belanda dan jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno (orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan keinginan rakyat.  Pemuda akan selalu menjadi People make history (orang yang membuat sejarah) di setiap waktunya. Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa. Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar dalam perubahan sosial dan secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.

Saya melihat bahwa pemuda akan lebih bersifat kreatif untuk melakukan pergerakan ketika kondisi atau suasana di sekitarnya mengalami kerumitan, terdapat banyak masalah yang di hadapi yang tidak kunjung terselesaikan. Di satu sisi, ketika suasana di sekitarnya terlihat aman dan tentram tidak ada masalah serius yang dihadapi, pemuda akan cenderung diam/pasif, tidak banyak berbuat, lebih apatis  dan mempertahankan kenyamanan yang dirasakan. Padahal baik dalam kondisi banyak permasalahan ataupun kondisi tanpa masalah serius, pemuda dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih produktif dan lebih kreatif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk bangsa yang lebih baik.

Saya melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini, mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab sebagai seorang pemuda. Tataran moral, sosial dan akademik,  pemuda tidak lagi memberi contoh dan keteladanan baik kepada masyarakat sebagai kaum terpelajar, lebih banyak yang berorientasi pada hedonisme (berhura-hura), tidak banyak pemuda yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini, dalam  urusan akademik pun banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka adalah insan akademis yang dapat memberikan pengaruh besar dalam perubahan menuju kemajuan bangsa.

Sebagai seorang pemuda menjadi kebanggan tersendiri bagi saya lahir di hari “Sumpah pemuda” 28 Oktober 1990 silam.  Terlahir di hari “Sumpah pemuda” memberi saya motifasi luar biasa untuk memberi kontribusi besar dalam pembinaan pemuda dan ini saatnya bekerja untuk Indonesia menuju kemajuan bangsa yang lebih baik. Dengan melihat degradasi moral dikalangan pemuda Indonesia saat ini membuat saya berperan aktif dalam pembinaan moral dikalangan pemuda/pelajar Makassar. Melalui proses mentoring dengan pendekatan nilai-nilai rohani dalam penggabungan tiga aspek kecerdasan manusia (IQ, SQ, EQ). Semoga ini menjadi tahap awal dalam membentuk generasi mudah yang berguna bagi nusa dan bangsa. MAJU PEMUDA INDONESIA UNTUK PERADABAN LEBIH BAIK !

C. Peran Pemuda Dalam Mengisi Kemerdekaan

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” (Ir. Soekarno)
Peran pemuda Indonesia dapat dibilang mempunyai andil yang sangat besar terhadap asal-usul berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari mulai melawan penjajah hingga mencapai Indonesia merdeka yang mana peran pemuda begitu berharga. Pemuda Indonesia juga menjadi tonggak persatuan dan kesatuan bangsa dengan berikrar semangat “Sumpah Pemuda” untuk menyatukan berbagai kaum dan suku dari seluruh Indonesia di tanggal 28 Oktober 1928. Dan puncaknya adalah pada Agustus di tahun 1945 bersama dengan para tokoh kemerdekaan, peran pemuda membantu para tokoh perjuangan dan pergerakan kemerdekaan untuk memnyiapkan kemerdekaan Indonesia. Dan alhamdulillah tepat pada 17 Agustus 1945 kita dapat mendengarkan teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta terdengar ke seluruh Indonesia.

Tepat di 71 tahun Indonesia merdeka, peran pemuda harus tetap diperhitungkan dalam mengisi kemerdekaan. Ada banyak peran yang dapat dilakukan untuk memaknai dan mengisi kemerdekaan bagi para pemuda. Peran yang paling mudah dan terdekat di sekitar kita adalah dengan menjadi agen perdamaian dan kesatuan di media sosial. Caranya adalah dengan memberikan atau mengeshare informasi yang berguna bagi masyarakat banyak dan tidak membuat kegaduhan atau menyebar berita hoax. Pemuda juga dapat menjadikan media sosial sebagai ajang kampanye damai dan bukan ajang untuk memecah belah semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Peran kedua adalah dengan cara semangat belajar. Pemuda saat ini adalah pemuda yang kelak memimpin bangsa, ada baiknya diisi dengan semangat belajar sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Pemuda harus mempunyai pemikiran yang besar dan harus bermimpi besar. Bayangkan siapa yang menyangka kita 10-30 tahun kelak bila pemudanya semangat untuk belajar dan menjadi yang terbaik. Belajar bukan dalam hal formal tetapi dari berbagai hal mulai dari belajar dari alam, di lingkungan, hingga di mana saja kita belajar dan menjadikan sebagai pengalaman yang berharga.
Pemuda Indonesia saat ini banyak yang berprestasi di dunia internasional dengan menjuarai berbagai ajang bergengsi. Jadi secara tidak langsung pemuda Indonesia itu pemuda yang pintar pemuda yang dapat membanggakan negerinya. Pemuda juga harus banyak belajar dengan membaca dan mengetahui sejarah bangsanya sendiri agar tidak keliru dalam kesesatan berpikir maupun bertindak.
Peran selanjutnya adalah dengan semangat persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa. Jangan mudah terpengaruh dengan tindakan radikalisme maupun terorisme. Pemuda Indonesia harus mempunyai pendirian yang kokoh yakni menjadikan Indonesia negara yang damai dan tentram. Bangsa yang kokoh dan bangsa yang kuat adalah bangsa yang bersatu, Soekarno pernah berkata “Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”

Peran terakhir adalah dengan berpegang teguh pada jati diri bangsa yakni kebudayaan. Peran pemuda harus dapat menjadikan kebudayaan Indonesia menjadi suatu kebiasaan dan harus bisa terkenal ke dunia internasional. Mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia adalah kunci untuk menjadi jati diri kaum pemuda Indonesia. Kita tidak boleh terlena dengan masuknya pengaruh globalisasi. Kita tidak usah malu untuk menggunakan batik, berbahasa Indonesia, menggunakan pakaian tradisional, hingga memakan-makanan asli Indonesia.

Kita ini orang Indonesia yang berbudaya dari sabang sampai merauke mempunyai keragaman kebudayaan yang harus disyukuri. Orang Korea dan India dapat mengglobalisasikan budayanya ke seluruh dunia, oleh karena itu kita juga bisa lebih hebat dari mereka. Belajar mencintai dan mengetahui kebudayaan Indonesia juga merupakan kunci bertahannya kemerdekaan Indonesia dari gempuran pengaruh budaya asing yang masuk.

***

BAB III
KESIMPULAN


A. Kesimpulan

Seperti peran pemuda Angkatan 28 yang memelopori persatuan nasional melalui Sumpah Pemuda, Angkatan 45 yang memelopori Perjuangan Kemerdekaan, Angkatan 66 yang berhasil mengakhiri Orde Lama dan Angkatan 98 yang pada saat itu mampu menumbangkan Orde Baru.Pada saat pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada saat itu peran pemuda adalah mengamankan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dengan tujuan agar tidak diperalat atau dipengaruhi oleh pihak Jepang dan Sekutu dalam memproklamasikan Indonesia. Selain itu, ada juga peristiwa Rengasdengklok yang terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda. 

Golongan tua yang diantaranya adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo berpendapat bahwa pelaksanaan proklamasi tetap dilaksanakan dengan PPKI agar tidak memancing konflik dengan Jepang. Tetapi golongan muda tidak setuju, karena tidak ingin proklamasi dipengaruhi oleh pihak-pihak yang tidak menghendaki kemerdekaan Indonesia.

Walaupun dikatakan Indonesia telah merdeka, bukan berarti kita sebagai generasi muda tidak memiliki tanggungjawab. Justru sebagai generasi muda banyak hal yang perlu dilakukan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Lantas sebagai generasi muda pada saat ini, peran apa yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia? Nah, sebagai generasi muda sudah sepatutnya kita menghargai dan mengenang para pahlawan dan juga sejarah kemerdekaan itu sendiri.

***

DAFTAR PUSTAKA

https://www.nangkring.net/2018/11/peran-pemuda-mengisi-kemerdekaan.html
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/08/20/315466/peran_pemuda_dalam_kemerdekaan_indonesia
https://www.google.co.id/search?safe=strict&hl=id&ei

***

Demikian Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia ini disusun, benar dan tidaknya, baik dan tidaknya, agar dapat dimaklum, kritik dan saran yang konstruktif demi terciptanya Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia yang sempurna kami tunggu di kolom komentar.

Belum ada Komentar untuk "Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel