Semangat Beribadah dengan Meyakini Hari Akhir

Semangat Beribadah dengan Meyakini Hari Akhir

Perlukah bukti yang nyata tentang adanya hari akhir? Kehidupan setelah mati pasti ada dan nyata. Bukankah makhluk yang termulia adalah makhluk yang berjiwa (seperti manusia)? Bukankah yang termulia di antara mereka adalah yang memiliki keinginan atau kehendak dan kebebasan dalam memilih? Kemudian yang termulia dari kelompok ini adalah yang mampu melihat jauh ke depan, serta mempertimbangkan dampak kehendak dan pilihan-pilihannya.

Semangat Beribadah dengan Meyakini Hari Akhir

Perlukah bukti yang nyata tentang adanya hari akhir? Kehidupan setelah mati pasti ada dan nyata. Bukankah makhluk yang termulia adalah makhluk yang berjiwa (seperti manusia)? Bukankah yang termulia di antara mereka adalah yang memiliki keinginan atau kehendak dan kebebasan dalam memilih? Kemudian yang termulia dari kelompok ini adalah yang mampu melihat jauh ke depan, serta mempertimbangkan dampak kehendak dan pilihan-pilihannya.

Demikian logika kita berkata. Dari sini pula jiwa manusia memulai pertanyaan pertanyaan baru. Sudahkah manusia melihat dan merasakan akibat segala perbuatan mereka yang didasarkan oleh kehendak dan pilihan mereka itu? Sudahkah yang berbuat baik memetik buah atau memanen perbuatannya? Sudahkah yang berbuat jahat menerima nista kejahatannya? Jelas tidak, atau belum, bahkan alangkah banyak manusia-manusia baik yang teraniaya, tersakiti dan sementara banyak pula orang-orang jahat yang menikmati gemerlap dan indahnya dunia.

Karena itu, demi tegaknya keadilan, harus ada satu kehidupan baru ketika semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasilhasil perbuatan yang didasarkan atas pilihan masing-masing. Untuk itu, hanya orang-orang yang beriman kepada hari akhirlah yang akan mengisi kegiatan hidupnya di dunia dengan beribadah.
Ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah Swt. mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab:
Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esaan Tuhan)” ( Q.S. al-A’r āf/7:172)
kegiatan yang baik dan bermanfaat, baik bagi dirinya maupun orang lain. Karena mereka percaya bahwa apa yang telah diperbuatnya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Swt. di akhirat kelak. Banyak ayat al-Qur’±n yang menjelaskan hakikat di atas, antara lain Q.S Táhá/20:15
Sesungguhnya saat (hari kiamat) akan datang. Aku dengan sengaja merahasiakan (waktu)-nya. Agar setiap jiwa diberi balasan (dan ganjaran) sesuai hasil usahanya”. (Q.S Tãhã/20:15).
Demikian penjelasan singkat tentang Semangat Beribadah dengan Meyakini Hari Akhir.
LihatTutupKomentar
Cancel

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel