Busana Pengantin Trandisional Adat Bali Yang Memukau

Busana Pengantin Tradisional Adat Bali – Salah satu hal yang menarik dari Bali adalah baju adatnya. Terutama busana adat pernikahan Bali.  Sebut saja busana Payas Agung yang merupakan busana pernikahan khas Bali. Pada zaman dahulu hanya seorang Bangsawan saja yang boleh mengenakan busana Payas Agung ini. Namun seiring berjalannya waktu, semua kalangan boleh mengenakannya, baik kalangan bangsawan maupun rakyat biasa

Busana Pengantin Tradisional Adat Bali – Salah satu hal yang menarik dari Bali adalah baju adatnya. Terutama busana adat pernikahan Bali.  Sebut saja busana Payas Agung yang merupakan busana pernikahan khas Bali. Pada zaman dahulu hanya seorang Bangsawan saja yang boleh mengenakan busana Payas Agung ini. Namun seiring berjalannya waktu, semua kalangan boleh mengenakannya, baik kalangan bangsawan maupun rakyat biasa.

Busana Pengantin Tradsional Adat Bali - Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak wisatawan dari Eropa dan Australia yang telah menggelar pernikahan di pulau Bali. Tak ketinggalan beberapa selebriti lokal (Indonesia) juga sama menggelar resepsi pernikahan di pulau Bali ini. Salah satu momen yang paling mengesankan adalah ketika kedua mempelai atau pengantin mengenakan busana pengantin tradsional adat Bali atau gaun pengantin tradisional Bali. Seolah-olah mereka seperti berada pada zaman kerajaan klasik tempo dulu.

Bicara mengenai busana pengantin tradsional adat Bali atau gaun pengantin tradisional Bali, tidak dapat dipisahkan dari sejarah, filosofi, dan perkembangannya. Busana pengantin tradisional Bali yang sering dipakai oleh pengantin pria dan wanita sebenarnya adalah deskripsi dari pakaian raja dan ratu pada zaman kerajaan dulu yang disebut dengan Payas Agung.

Mode busana Payas Agung pada zaman dahulu hanya boleh dipakai oleh raja dan keluarganya. Seiring berjalannya waktu ketika sistem pemerintahan dan feodalisme telah mulai menurun pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Bali dan sekitarnya khususnya di Indonesia, maka gaya busana tradisional raja diadopsi dan dikembangkan oleh semua lapisan masyarakat Bali. Saat ini tidak ada larangan untuk mengenakan busana pengantin tradisional Bali (Payas Agung) ketika mereka mengadakan resepsi pernikahan.

Untuk memakai busana atau gaun pengantin tradisional Bali, sangatlah diperlukan keahlian khusus, sebab busana pengantin adat Bali ini agak sulit dalam menerpaknnya. Biasanya pengantin meminta bantuan tata busana dan tata rias untuk bisa mengaplikasikan busananya dengan sempurna. Tim penata biasanya memakan waktu dua sampai tiga jam untuk membuat pasangan calon pengantin siap dengan busananya, sedangkan untuk membuat busana pengantin tradisional adat Bali perlu waktu sebanyak dua pekan sampai tiga bulan, bergantung pada tingkat kesukarannya busana tersebut.

Komposisi Busana Pengantin Tradisional Adat Bali

Busana pengantin tradisional adat Bali (Payas Agung) untuk pasangan pengantin terdiri dari beberapa item:

Salah satu hal yang menarik dari Bali adalah baju adatnya. Terutama busana adat pernikahan Bali.  Sebut saja busana Payas Agung yang merupakan busana pernikahan khas Bali. Pada zaman dahulu hanya seorang Bangsawan saja yang boleh mengenakan busana Payas Agung ini. Namun seiring berjalannya waktu, semua kalangan boleh mengenakannya, baik kalangan bangsawan maupun rakyat biasa.

Pria

  1. Udeng | Destar
  2. Badong
  3. Kris
  4. Gelang Kan
  5. Gelang Nagasatru
  6. Saput
  7. Kamben

Wanita

  1. Petitis dan Tajung
  2. Anting | Subeng
  3. Badong
  4. Gelang Kana
  5. Kencrik
  6. Gelang Nagasatr
  7. Kamben

Kombinasi Busana Pengantin Tradisional Adat Bali

Di bawah ini merupakan kombinasi yang perlu diperhatikan dalam mengenakan busana pengantin tradisional Bali:
  1. Perpaduan warna ungu dan magenta membuat penampilan pengantin terlihat mewah. Apalagi jika diberikan hiasan bunga kamboja di mahkota.
  2. Untuk kamu yang tidak suka warna mencolok, kamu bisa menggunakan paduan warna putih, emas, dan kuning.
  3. Busana pengantin tradisional adat bali atau gaun Payas Agung berwarna ungu dan hijau toska dengan model putri, hal ini membuatmu elegan seperti putri raja
  4. Dan untuk kamu yang suka warna cerah bisa mengombinasikan jingga dan merah, pengantin pria akan terlihat gagah ditambah dengan beskap beludru warna menyala
  5. Kain tenun Endek warna ungu khas Bali bisa kamu gunakan untuk pengantin pria maupun putri, hal itu akan terlihat lebih kebangsawanan.
  6. Untuk kamu yang ingin memberikan sentuhan modern, kamu bisa kenakan kebaya dan bawahan kain jarik yang dipadu dengan silk.
  7. Ingin sederhana namun elegan, kamu bisa kombinasikan warna putih dan emas. Aksesoris udeng dan beskap keemasan akan membuat pengantin pria seperti raja.
  8. Bagi kamu yang suka warna ungu, kamu bisa kenakan paduan busana dan juga perhiasan bertahtakan permata warna senada
  9. Warna pink justru membuat penampilan kalian lebih kasual, baiknya kombinasikan dengan perhiasan warna keemasan untuk lebih elegan.
  10. Nah untuk kamu yang suka sederhana tapi berkesan, pengantin wanita bisa mengenakan kebaya warna putih dan pengantin pria dibalut beskap putih dan udeng berwarna cokelat

Sampai di sini artikel Busana Pengantin Trandisional Adat Bali Yang Memukau ini diulas, bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mengenakan busana pengantin trandisional adat Bali di acara resepsi pernikahan kamu? Baca juga artikel Gaun Pengantin Adat Aceh Yang Elegan

Belum ada Komentar untuk "Busana Pengantin Trandisional Adat Bali Yang Memukau"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel