Materi Menulis Lengkap: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Menulis

Materi Menulis Lengkap: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Menulis

Materi Menulis Lengkap: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Menulis Sepintas menulis itu tidak ada yang menarik untuk dibahas, namun sangat berbeda dengan disiplin ilmu. Menulis ternyata keterampilan berbahasa yang keempat sekaligus keterampilan berbahasa yang paling sulit dikuasai. Materi Menulis kali ini akan membahas mengenai “Pengertian Menulis, Tujuan Menulis, dan Manfaat Menulis”

Materi Menulis Lengkap– Sepintas menulis itu tidak ada yang menarik untuk dibahas, namun sangat berbeda dengan disiplin ilmu. Menulis ternyata keterampilan berbahasa yang keempat sekaligus keterampilan berbahasa yang paling sulit dikuasai. Materi Menulis kali ini akan membahas mengenai “Pengertian Menulis, Tujuan Menulis, dan Manfaat Menulis”. Baca juga materi sebelumnya yang membahas tentang Materi Membaca Lengkap.

Download RPP SD Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

1. Pengertian Menulis

Menurut Jago Tarigan (1995:117) menulis berarti mengekpreikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Sarana mewujudkan hal itu adalah bahasa. Isi ekspresi melalui bahasa itu akan dimegerti orang lain atau pembaca bila dituangkan  dalam bahasa yang teratur, sistematis, sederhana, dan mudah dimengerti.

Menulis  bukan  sesuatu  yang  diperoleh  secara  spontan,  tetapi  memerlukan usaha sadar “menuliskan” kalimat dan mempertimbangkan cara mengkomunikasikan dan mengatur (Donn Byrne,1988:1) Sejalan dengan itu, menurut Lado (1964 : 14) menulis adalah meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Jadi, orang lain dapat membaca simbol grafis itu, jika mengetahui bahwa itu menjadi bagian dari ekspresi bahasa. SemI (1990 : 8) juga mengatakan bahwa menulis pada hakikatnya merupakan pemindahan pikiran atau perasaan ke dalam bentuk lambang bahasa.

Menurut Gere (1985 : 4) menulis dalam arti komunikasi ialah menyampaikan pengetahuan atau informasi tentang subjek. Menulis berarti mendukung ide. Byrne (1988 : 1) mengatakan bahwa menulis tidak hanya membuat satu kalimat atau hanya beberapa hal yang tidak berhubungan, tetapi menghasilkan serangkaian hal yang teratur, yang berhubungan satu dengan yang lain, dan dalam gaya tertentu. Rangkaian  kalimat itu bisa pendek, mungkin hanya dua atau tiga kalimat, tetapi kalimat itu diletakkan secara teratur dan berhubungan satu dengan yang lain, dan berbentuk  kesatuan yang masuk akal.

Crimmon (1984 : 191) berpendapat bahwa menulis adalah kerja keras, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu tentang diri sendiri mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain, bahkan dapat mempelajari sesuatu yang belum diketahui.

Lebih lanjut Rusyana (1984 : 191) memberikan batasan bahwa kemampuan menulis atau mengarang adalah kemampuan menggunakan pola-pola bahasa dalam tampilan tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau pesan. Kemampuan menulis mencakup  berbagai kemampuan, seperti kemampuan menguasai gagasan yang dikemukakan, kemampuan menggunaka unsur-unsur bahasa, kemampuan menggunakan gaya, dan  kemampuan menggunakan ejaan serta tanda baca.

Berdasarkan konsep di atas, dapat dikatakan bahwa menulis merupakan komunikasi  tidak langsung yang berupa pemindahan pikiran atau perasaan dengan memanfaatkan  grafologi, struktur bahasa, dan kosakata dengan menggunakan simbol-simbol sehingga dapat dibaca seperti apa yang diwakili oleh  simbol tersebut.

Mengkombinasikan dan menganalisis setiap unsur kebahasaan dalam sebuah karangan  merupakan suatu keharusan bagi penulis. Dari sinilah akan terlihat sejauh  mana  pengetahuan yang dimiliki penulis dalam menciptakan sebuah karangan yang efektif. Kosa kata dan kalimat yang digunakan dalam kegiatan menulis harus jelas agar mudah dipahami oleh pembaca. Di samping itu, jalan pikiran dan perasaan penulis sangat menentukan arah penulisan sebuah karya tulis atau karangan yang berkualitas. Dengan kata lain hasil sebuah karangan yang  berkualitas  umumnya  ditunjang  oleh  keterampilan  kebahasaan  yang dimiliki seorang penulis.

2. Tujuan Menulis  

Seorang tergerak menulis karena memiliki tujuan objektif yang bisa dipertanggungjawabkan dihadapan publik pembacanya. Karena tulisan pada dasarnya adalah sarana untuk menyampaikan pendapat atau gagasan agar dapat dipahami dan diterima orang lain. Tulisan dengan demikian menjadi salah satu sarana berkomunikasi  yang cukup efektif dan efesien untuk menjangkau khalayak masa yang luas. Atas dasar pemikiran inilah, maka tujuan menulis dapat dirunut dari tujuan-tujuan komunikasi yang cukup mendasar dalam konteks pengembangan peradaban dan kebudayaan masyarakat itu  sendiri. Adapun tujuan menulis tersebut adalah sebagai berikut.
  • Menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwa termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agar khalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yang dapat terjadi di muka bumi ini.
  • Membujuk; melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembaca dapat   menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yang dikemukakan. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan pembaca dengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, fungsi persuasi  dari  sebuah  tulisan  akan  dapat  menghasilkan  apabila  penulis mampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat, dan mudah dicerna. 
  • Mendidik adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan. Melalui   membaca hasil tulisan wawasan pengetahuan seseorang akan terus bertambah, kecerdasan terus diasah, yang pada akhirnya akan menentukan perilaku seseorang. Orang-orang yang berpendidikan misalnya, cenderung lebih terbuka dan penuh toleransi, lebih menghargai pendapat orang lain, dan tentu saja cenderung lebih rasional. 
  • Menghibur; fungsi dan tujuan menghibur dalam komunikasi, bukan monopoli media  massa, radio, televisi, namun media cetak dapat pula berperan dalam menghibur  khalayak pembacanya. Tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan “ringan” yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu bisa pula menjadi bacaan penglipur  lara atau untuk melepaskan ketegangan setelah seharian sibuk beraktivitas. 
  • Seorang guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang menulis. Karena menulis merupakan keterampilan produktif. Konsep dasar dan tujuan menulis menjadi salah satu faktor pembelajaran bahasa. Demikan juga halnya seorang guru SD/MI, agar pembelajaran menulis bahasa Indonesia di kelas dapat meningkat, salah satu caranya adalah guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan tujuan menulis.

3. Manfaat Menulis 

Kemampuan menulis diperlukan semua lapangan pekerjaan. Misalnya seorang dokter perlu menuliskan resep obatbagi pasennya. Seorang polisi perlu menuliskan deteil suatu insiden berupa sebuah laporan penyelidikan atau introgasi untuk digunakan dalam persidangan. Seorang sekretaris perlu menuliskan surat atau laporan untuk disimpulkan kepada pemimpin perusahaan. Seorang direktur perlu menuliskan memori, hasil evaluasi, atau instruksi. Seorang kontraktor perlu menuliskan suatu perincian dana pembangunan sebuah pekerjaan secara lengkap dan teliti agar mendapatkan kesempatan memenangkan suatu tender proyek. Bahkan, saking perlukan keterampilan menulis dalam menunnjang keberhasilan usaha menyebabkan munculnya pendapat, bahkan keberhasilan suatu jabatan atau pekerjaan ditenttukan oleh kemampuan yang bersangkutan berkomunikasi secara efektif, khususnya komunikasi tulis. Adapun manfaat menulis dapat kita lihat dari berbagai segi yaitu:
  • Secara psikologis menulis sangat bermanfaat dan bisa membuat kita sehat bahkan membuat kita mampu untuk mengontrol diri. Melepaskan segala persoalan hidup. 
  • Secara metodologis menulis bermanfaat untuk melatih kita berpikir secara teratus untuk melakukan suatu tindakan yang sesuai yang dikehendaki, bahkan untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.  
  • Secara filosofis bermanfaat untuk melatih kita berpikir secara radikal atau berpikir secara mendalam. 
  • Secara pendidikan mampu mempengaruhi kita untuk melakukan proses belajar. Maka sesering kali kita menulis atau seberapa banyak kita menulis, maka sesering itu pula kita telah melakukan proes pendidikan atau proses belajar.
  • Berdasarkan hal tersebut di atas dapat kita simpulkan bahwa manfaat keterampilan menulis dari berbagai segi dan bidang pekerjaan sangat butuhkan oleh seseorang, apalagi bagi seorang guru.  

Demikian Materi Menulis Lengkap ini diulas, semoga dapat memanbah wawasan kita mengenai Pengertian Menulis, Tujuan Menulis, dan Manfaat Menulis, serta hal-hal yang berkaitan dengan Materi Menulis. Baca juga pembahasan materi Pemerolehan Bahasa Anak
LihatTutupKomentar
Cancel

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel