Kegiatan Persiapan Pembelajaran Yang Harus Dilakukan Guru

Persoalan penting yang menjadi perhatian guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih dan menentukan materi pembelajaran dan menyusunnya ke dalam bahan ajar. Untuk mempersiapkan bahan ajar tersebut, guru melakukan serangkaian kegiatan mulai dari mengkaji kurikulum dan silabus, yakni dari mengkaji kompetensi lulusan, standar kompetensi, selanjutnya guru menentukan materi pembelajaran yang sesuai dan mendukung pencapaian kompetensi tersebut. (Pannen, 2005: 6).     Pada kegiatan persiapan pembelajaran yang perlu dilakukan guru adalah: (1) mengkaji dokumen yang berkaitan dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD); (2) menjabarkan KD ke dalam indikator; (3) mengembangkan bahan ajar; (4) menentukan metode, strategi, dan model pembelajaran; (5) menentukan media pembelajaran; serta (6) menyusun alat evaluasi

Kegiatan Persiapan Pembelajaran Yang Harus Dilakukan Guru - Persoalan penting yang menjadi perhatian guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih dan menentukan materi pembelajaran dan menyusunnya ke dalam bahan ajar. Untuk mempersiapkan bahan ajar tersebut, guru melakukan serangkaian kegiatan mulai dari mengkaji kurikulum dan silabus, yakni dari mengkaji kompetensi lulusan, standar kompetensi, selanjutnya guru menentukan materi pembelajaran yang sesuai dan mendukung pencapaian kompetensi tersebut. (Pannen, 2005: 6).

Pada kegiatan persiapan pembelajaran yang perlu dilakukan guru adalah: (1) mengkaji dokumen yang berkaitan dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD); (2) menjabarkan KD ke dalam indikator; (3) mengembangkan bahan ajar; (4) menentukan metode, strategi, dan model pembelajaran; (5) menentukan media pembelajaran; serta (6) menyusun alat evaluasi.

Download RPP SD Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

Kegiatan Persiapan Pembelajaran Yang Harus Dilakukan Guru

Kegiatan pelaksanaan pembelajaran merupakan kegiatan mengkondisikan siswa agar aktif dalam proses pembelajaran. Aktivitas tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam: (1) penguasaan bahan (materi) pembelajaran; (2) penggunaan pendekatan, strategi pembelajaran, serta model pembelajaran; (3) pemanfaatan sumber belajar atau media pembelajaran; (4) memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran; (5) kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran; (6) penggunaan bahasa dalam komunikasi pembelajaran; dan (7) kemampuan melakukan refleksi dan tindak lanjut pembelajaran. Baca juga artikel Laporan Pengembangan Diri PKB Terbaru

Mengkaji Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Kompetensi, dan Tujuan Pembelajaran di Sekolah Dasar 

Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa secara nasional, perlu diperhatikan rambu-rambu tentang tujuan dan kompetensi yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Rambu-rambu tersebut mencakup:  Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia, dan Kompetensi Dasar (KD).

Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Standar Kompetensi adalah ukuran kompetensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran, SKL digunakan sebagai standar pengukuran dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. SKL Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD (Depdiknas, 2006) meliputi:

Mendengarkan: memahami wacana lisan berbentuk perintah, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun, dan cerita rakyat,

Berbicara: menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana, wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa, dan benda sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng, pantun, drama, dan puisi.

Membaca: menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, pantun, percakapan, cerita, dan drama.

Menulis: melakukan berbagai jenis kegiatan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun.

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik  untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. 

Dengan  standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan: 

  • peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri;
  • guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar; 
  • guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;  
  • orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah; 
  • sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia;  
  • daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional. 


Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 

  • berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang  berlaku, baik secara lisan maupun tulis  
  • menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
  • memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan 
  • menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial 
  • menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa 
  • menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. 


Ruang Lingkup Pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup: kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra. Kedua kemampuan tersebut terdiri dari 4 kemampuan yakni: kemampuan mendengarkan, kemampuan membaca, dan kemampuan menulis. Kemampuan mendengarkan dan berbicara merupakan kemampuan berbahasa lisan, sedangkan kemampuan membaca dan menulis merupakan kemampuan berbahasa tulis. Kemampuan mendengarkan dan kemampuan membaca sering disebut kemampuan reseptif (menangkap gagasan), sedangkan kemampuan berbicara dan kemampuan menulis sering disebut kemampuan produktif (menuangkan atau menyampaikan gagasan).

Demikian artikel Kegiatan Persiapan Pembelajaran Yang Harus Dilakukan Guru ini diulas, semoga dapat bermanfaat bagi Bapak dan Ibu guru di seluruh pelosok tanah air Indonesia. Baca juga artikel Download RPP SD Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

Belum ada Komentar untuk "Kegiatan Persiapan Pembelajaran Yang Harus Dilakukan Guru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel