Materi Puisi Baru Lengkap

Materi Puisi Baru Lengkap - Puisi baru adalah jenis puisi yang tidak terikat dengan aturan-aturan baku tertentu dalam pembuatan atau pembacaannya. Artinya puisi baru merupakan jenis puisi yang bebas, tidak terikat dengan aturan terkait jumlah suku kata, jumlah kata, jumlah baris, rima (sajak) ataupun jumlah bait dalam pembuatannya

Materi Puisi Baru Lengkap - Puisi baru adalah jenis puisi yang tidak terikat dengan aturan-aturan baku tertentu dalam pembuatan atau pembacaannya. Artinya puisi baru merupakan jenis puisi yang bebas, tidak terikat dengan aturan terkait jumlah suku kata, jumlah kata, jumlah baris, rima (sajak) ataupun jumlah bait dalam pembuatannya. Baca juga Materi Puisi Lama Lengkap: Pantun, Syair, Gurindam, Talibun

Materi Puisi Baru Lengkap

Definisi Puisi Secara Umum: Secara bahasa, kata “Puisi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “Poites” yang artinya pembangun, pembuat atau pembentuk. Secara umum, Puisi adalah sebuah karya sastra berupa seni tertulis yang merupakan bentuk ungkapan perasaan penulisnya melalui bahasa yang terikat dengan irama, mantra, rima dan penyusunan lirik serta bait. Puisi merupakan karya sastra yang mementingkan bunyi, struktur dan makna yang ingin disampaikan. Jadi dapat dikatakan bahwa puisi mewujudkan penggunaan bahasa sebagai sebuah seni yang memiliki kualitas estetika (keindahan).

Puisi-puisi pada periode Pujangga Baru dikenal sebagai puisi baru

Ciri-cirinya antara lain: 

  • para penyairnya sudah tidak lagi menulis puisi dalam bentuk pantun, syair, atau gurindam; 
  • jenis puisinya mengikuti bentuk baru seperti distichon (2 larik), tersina (3 larik), quartrain (4 larik), quint (5 larik), sextet (6 larik), septima (7 larik), oktaf (8 larik), dan soneta (14 larik);
  • lariknya simetris, penuh rima dan irama;  
  • pilihan katanya diwarnai dengan kata-kata yang indah-indah;  
  • bahasa kiasan yang banyak dimanfaatkan adalah perbandingan.

Para penyair puisi baru antara lain: Amir Hamzah, SutanTakdir Alisjahbana, J.E. Tatengkeng, dan Asmara Hadi Sebagai contoh berikut dikutipkan puisi karya J.E. Tatengkeng yang berjudul “Perasaan Seni” 

PERASAAN SENI
(J.E. Tatengkeng)
Bagaikan banjir gulung-gemulung,
Bagaikan topan seru-menderu, 
Demikian Rasa, 
Datang semasa.
Mengalir, menimbun, mendesak, mengepung,
Memenuhi sukma, menawan tubuh.

Serasa manis sejuknya embun,
Selagu merdu dersiknya angin, 
Demikian Rasa, 
Datang semasa,
Membisik, mengajak aku berpantun,
Mendayung jiwa ke tempat diingin.

Jika Kau datang sekuat raksasa,
Atau Kau menjelma secantik juwita, 
Kusedia hati, 
Akan berbakti,
Dalam tubuh Kau berkuasa,
Dalam dada Kau bertakhta. 

Unsur Instrinsik  

Puisi dibangun oleh dua unsur yang saling terkait, yakni struktur batin/makna dan struktur fisik yang berupa bahasa. Struktur fisik terdiri atas: diksi, citraan, bahasa kiasan, rima, irama, dan tipografi; sedangkan struktur batin terdiri atas: tema, perasaan, nada, dan amanat.

Download RPP SD Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

1. Diksi

Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh penyair dengan secermatcermatnya untuk menyampaikan perasaan dan isi pikirannya dengan setepattepatnya agar terjelma ekspresi jiwanya seperti yang dikehendaki penyairnya secara maksimal sehingga pembaca pun akan merasakan hal yang sama.  Dalam diksi diperhatikan juga kosa kata, urutan kata, dan daya sugesti kata. Kosa kata dipilih untuk kekuatan ekspresi, menunjukkan ciri khas, suasana batin, dan latar belakang sosio budaya si penyair.
 

2. Citraan

Citraan atau imaji adalah kata atau susunan kata-kata yg dapat mengungkapkan pengalaman pancaindra yang menyebabkan pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu.Pengimajian ditandai dengan pemakaian kata yang konkret dan khas. Citraan adalah sebuah efek dalam gambaran angan atau pikiran yang sangat menyerupai gambaran yang dihasilkan oleh ungkapan penyair terhadap sebuah objek yang dapat ditangkap oleh indra penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan penciuman.

Perhatikan puisi karya Rendra berjudul “Episode” berikut ini:
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya.
Pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
Tiba-tiba ia bertanya:
"Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?“
Aku hanya tertawa
Lalu ia sematkan dengan mesra 
sebuah peniti menutup bajuku. 
Sementara itu 
Aku bersihkan 
guguran bunga jambu 
yang mengotori rambutnya.
(Rendra, Empat Kumpulan Sajak, h.18)

3. Bahasa Kiasan

Bahasa kiasan mencakup semua jenis ungkapan yang bermakna lain dengan makna harfiahnya, yang bisa berupa kata, ataupun susunan kata yang lebih luas. Bahasa kiasan berfungsi sebagai sarana untuk menimbulkan kejelasan gambaran angan supaya menjadi lebih jelas, menarik, dan hidup. Perhatikan kata-kata yang dicetak miring dalam penggalan kutipan puisi berjudul “Di Meja Makan” karya Rendra berikut ini:

Ia makan nasi dan isi hati
pada mulut terkunyah duka
tatapan matanya pada lain isi meja
lelaki muda yang dirasa
tidak lagi dimilikinya.
Ruang diributi jerit dada
Sambal tomat pada mata
meleleh air racun dosa
….
Ada banyak jenis bahasa kiasan yang dimanfaatkan dalam puisi, misalnya: perbandingan (bahasa kiasan yang menggunakan kata-kata pembanding), metafora (perbandingan yang tidak menggunakan kata-kata pembanding), dan personifikasi (mempersamakan benda-benda dengan sifat manusia).
Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Rima berfungsi untuk membentuk orkestrasi, yang dapat berbentuk asonansi (ulangan bunyi vokal pada kata yang berurutan), dan aliterasi (ulangan bunyi konsonan pada awal kata yang berurutan), dan sebagainya.

3. Irama

Irama adalah pertentangan bunyi: tinggi/rendah, panjang/pendek, keras/ lemah yang mengalun dengan teratur dan berulang-ulang sehingga membentuk keindahan; sedangkan tipografi adalah susunan larik yang terikat dalam membentuk bait puisi, bisa satu larik, dua larik, tiga larik, empat larik, dan seterusnya.

Struktur Batin Puisi Terdiri Dari: Tema, Perasaan, Nada, dan Amanat

1. Tema

Tema adalah gagasan pokok atau pokok persoalan yang dikemukakan oleh penyairnya. Secara garis besar hanya ada empat tema besar yang biasanya digeluti oleh para penyair, yaitu keindahan alam, masalah manusia dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, masalah manusia dalam hubungannya dengan manusia lain, dan masalah manusia dalam hubungannya dengan Tuhan yang menyangkut semangat hidup manusia dalam mempertahankan kehidupannya yang lebih baik dan bermanfaat.

2. Perasaan

Perasaan adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan (objek puisi) yang digarapnya. Unsur perasaan terkait erat dengan unsur tema atau pokok persoalan dalam puisi. Dalam lingkungan awam pun jika kita menghadapi sesuatu atau tingkah seseorang, kita bisa bersikap simpatik, acuh tak acuh.

3. Nada

Nada adalah sikap penyair terhadap pembacanya (bisa menggurui, penuh kesinisan, mengejek, menyindir, humor, atau secara lugas). Dengan demikian nada sajak sangat erat kaitannya dengan rasa dan pokok persoalan yang dikandung puisi tersebut.

4. Amanat

Amanat adalah tujuan atau pesan yang secara eksplisit maupun implisit ingin disampaikan penyair melalui puisi-puisinya kepada pembacanya.

Demikian Materi Puisi Baru Lengkap ini diulas, semoga bermanfaat bagi pembaca, jangan lupa baca juga Definisi Cerpen Lengkap

0 Response to "Materi Puisi Baru Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel