Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak

Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak- Hai Bunda, di musim pancaroba ini biasanya balita dan anak-anak banyak mengalami penurunan kesehatan. Jangankan balita dan anak-anak lho Bun, terkadang orang dewasa pun tidak sedikit yang mengalami hal serupa. Pada perubahan cuaca dari musim panas ke musim hujan atau sebaliknya pasti banyak terjadi masalah kesehatan pada si buah hati, biasanya mengalami keluhan demam, panas, batuk, dan filek.

Dari masalah penurunan kesehatan pada anak-anak di atas tentu membuat hati para Ibu campur aduk antara sebel, ketir, takut, khawatir, dan waspada, maka dari itu perlu sekali Bunda mempunyai pengalaman mengobati demam dan panas tinggi anak. Tapi jangan khawatir Bun, semua Ibu-Ibu waras pasti merasakan itu semua, seperti kata pepatah mengatakan “Kasih Bunda sepanjang masa”

Dari Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak, De Zada mengalami hal serupa lho, serangan demam dan panas tinggi mungkin sudah menjadi hal biasa bagi De Zada, serangan demam dan panas tinggi yang dialami De Zada biasanya datang antara 3 minggu, 1 bulan sekali atau sedang perubahan cuaca berlangsung. Pada kondisi itu daya tahan tubuh anak-anak memang rentan terhadap serangan deman dan panas Bun, untuk itu biasanya saya selalu mempersiapkan segala sesuatu yang kira-kira akan dibutuhkan ketika si buah hati sakit. Baca juga artikel Cara Mengobati Gatal-gatal Pada Anak Paling Efektif

Dari berbagai teori dan pengalaman yang saya dapatkan mengenai cara mengatasi demam dan panas pada buah hati sebenarnya tidak terlalu sulit untuk kita lakukan sendiri lho Bun, pastinya Bunda lebih tahu dari saya. Namun di sini saya akan berbagi pengalaman saya ketika mengatasi demam dan panas pada anak saya  lewat artikel “Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak” yang sering saya lakukan dan sangat terasa manfaatnya.

Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak 

Dari berbagai teori dan pengalaman yang saya dapatkan mengenai cara mengatasi demam dan panas pada buah hati sebenarnya tidak terlalu sulit untuk kita lakukan sendiri lho Bun, pastinya Bunda lebih tahu dari saya. Namun di sini saya akan berbagi pengalaman saya ketika mengatasi demam dan panas pada anak saya  lewat artikel “Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak” yang sering saya lakukan dan sangat terasa manfaatnya.

Yang perlu diperhatikan Bunda  sebelum kita mengatasi atau mengobati deman atau panas pada si buah hati tentu kita harus tahu terlebih dahulu penyebab terjadinya demam atau panas pada si buah hati kita. Jangan sampai kita salah memberi tindakan atau pengobatan hanya karena kita sebagai Ibu tidak teliti dan jeli terhadap reaksi dan gejala yang dialami si buah hati tercinta.

Oya Bun, sebelum memberikan pengobatan biasanya saya melakukan observasi terlebih dahulu mengenai gejala demam atau panas yang diderita oleh De Zada, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari penyebab gejala demam atau panas tersebut, biasanya anak-anak mengalami demam atau panas yang disebabkan oleh perubahan cuaca, radang tenggorokan, sariawan, masuk angin, keseleo, kehujanan, kecapean dan lain-lain.

Nah dari contoh-contoh penyebab demam dan panas di atas kita tidak perlu langsung membawa si buah hati kita ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit, karena pengalaman saya dua kali membawa De Zada ke Puskesmas karena gejala demam dan panas yang tinggi hanya diberikan pertolongan pengompresan saja. Dari pengalaman itu kita sebagai Ibu yang cerdas hendaknya dapat membuat hipotesis atau dugaan sementara pada gejala yang dialami si buah hati. Yang perlu Bunda lakukan hanya membuat diagnosa sementara terhadap gejala tersebut, karena mungkin saja demam dan panas yang diderita anak hanya demam dan panas biasa yang diakibatkan oleh perubahan cuaca. Baca juga artikel Permasalahan Umum Kesehatan Anak Usia Sekolah

Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak

Banyak sekali Bunda-Bunda di luar sana panik ketika mengetahui si buah hatinya demam atau panas yang tinggi. Apalagi diketahui ketika si buah hati terserang demam atau panas yang tinggi pada jam-jam yang tak terduga, seperti pada malam hari mulai dari pukul 22.00 sampai dengan pukul 04.00. Pada waktu-waktu tersebut tentu membuat hati Bunda semua merasa sebel, khawatir, dan panik, apalagi jarak antara rumah dan Puskesmas sangat jauh, repot, mengganggu dan sejuta permasalahan lainnya.

Nah Bunda tak perlu panik apalagi sampai marah-marah jika mendapat cobaan tersebut, yang perlu Bunda lakukan hanya observasi dan mengompres si buah hati dengan air hangat.

Anak saya sulit dikompres, suka ngamuk dan selalu menyingkirkan kompresan” 
Oya Bun, apa Bunda juga mengalami hal seperti itu? De Zada pun begitu lho Bun, namun saya terus berusaha sampai titik darah penghabisan tentu dengan metode pengompresan yang berbeda, jika De Zada sulit dikompres biasanya saya paksa menekan kompresan pada kepalanya kira-kira satu menit, setelah itu saya basahi kepalanya dengan air kompresan tersebut, tapi tidak sampai terlalu basah karena takut tidak baik juga. Jangan lupa pakai air hangat ya Bun, jangan air dingin karena pengompresan oleh air dingin biasanya tidak menurunkan panas secara total atau biasanya hanya menurunkan panas pada bagian yang dikompres saja. Di sini saya anjurkan Bunda agar menggunakan ari hangat untuk pengompresan.

Sudah dikompres tapi panasnya tidak turun” 
Bunda pernah mengalami hal di atas? Sama, saya pun sering mengalami hal itu. Jika demam atau panas yang dialami buah hati kita yang diakibatkan oleh perubahan cuaca atau panas biasa dan sudah dikompres selama dua jam tidak mengalami perubahan maka yang perlu Bunda lakukan adalah memberi tindakan pengobatan. Untuk kasus seperti itu saya menganjurkan Bunda memberikan obat Paracetamol setiap empat jam sekali pada si buah hati tercinta.

Dikompres sudah, diberikan obat sudah, tapi masih demam dan panas” 
Perlu Bunda ketahui, jika selama dua hari si buah hati sudah diberikan tindakan yang benar tetapi demam atau panasnya masih juga belum turun itu pertanda ujian Bunda sekalian. Dalam kasus ini saya tidak menganjurkan untuk tetap dirawat di rumah, sebaiknya Bunda segera memberikan tindakan yang lain seperti membawanya ke Bidan, Dokter, Puskesmas atau ke Rumah Sakit, tapi dengan catatan jangan panik dan terburu-buru yang sehingga akan membuat Bunda mengalami stres, sakit, dan kecelakaan. Baca juga artikel Khasiat Undur-undur untuk Menambah Nafsu Makan Anak-anak

Kesimpulan

Itulah sekilas pengalaman saya ketika Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak yang sudah saya lakukan berulangkali. Adakalanya kita sebagai Ibu tak henti-hentinya mengalami cobaan dan ujian, namun dari hal tersebut kita dapat belajar bagaimana menjadi Ibu yang sempurna bagi anak-anak kita dan mulia di hadapan Tuhan. Semoga pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi Bunda semua, amiin. Baca juga Tips Jitu Mengatasi Anak Yang Sulit Makan
Sekedar Informasi
Baca dengan teliti, hindari copy paste. Jika artikel pada blog ini menjadi referensi silakan cantumkan sumber "nangkring.net".
Kamu dapat mengirimkan request artikel ke email: nangkringblog@gmail.com

0 Response to "Pengalaman Mengobati Demam dan Panas Tinggi Anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel