Sejarah Lahirnya Nasionalisme Dan Identitas Nasional Sebagai Karakter Bangsa

Sejarah Lahirnya Nasionalisme Dan Identitas Nasional Sebagai Karakter Bangsa

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata kuliah  Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah

Segala puji dan syukur hanyalah bagi Allah Dzat yang Maha Rohman dan Maha Rohim terhadap seluruh makhluknya, Dialah yang menganugrahkan berbagai nikmat dan karunia kepada penulis, sehingga dengan hidayah dan inayah-Nya memudahkan kepada penulis dalam menyelesaikan Resume ini sebagai salah satu tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah Lebak Jaha Malingping, dengan pokok bahasan tentang “Sejarah Lahirnya Nasionalisme Dan Identitas Nasional Sebagai Karakter Bangsa”.

Untuk itu penulis mohon ma’af apabila dalam pembuatan Resume ini banyak sekali kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu, saya selaku penulis mohon bantuannya berupa kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kedepannya penulis ini lebih baik lagi.

Baca juga: Contoh Abstrak Makalah, Skripsi, Tesis yang Baik dan Benar
Sejarah nasionalisme ini pertama kali berkembang pertama kali di eropa pada abad ke 18 dan lahirnya faham ini diikuti dengan terbentuknya negara kebangsaan. pada mulanya terbentuknya negara kebangsaan dilatarbelakangi oleh faktor-faktor objektif, seperti persamaan keturunan, adat istiadat, tradisi dan agama. Akan tetapi, kebangsaan yang dibentuk atas dasar nasionalisme lebih menekankan kemauan untuk hidup bersama dalam negara kebangsaan.

Sejarah Lahirnya Nasionalisme Dan Identitas Nasional Sebagai Karakter Bangsa

#Sejarah Lahirnya Paham Nasionalisme 

Sejarah nasionalisme ini pertama kali berkembang pertama kali di eropa pada abad ke 18 dan lahirnya faham ini diikuti dengan terbentuknya negara kebangsaan. pada mulanya terbentuknya negara kebangsaan dilatarbelakangi oleh faktor-faktor objektif, seperti persamaan keturunan, adat istiadat, tradisi dan agama. Akan tetapi, kebangsaan yang dibentuk atas dasar nasionalisme lebih menekankan kemauan untuk hidup bersama dalam negara kebangsaan.

#Lahirnya Nasionalime Eropa 

Nasionalisme eropa lahir dalam masa peralihan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. timbulnya nasionalisme di eropa karena pengaruh revolusi industri revolusi prancis.

Dengan demikian Nasionalisme eropa pada waktu itu melahirkan kolonialisme, yaitu nafsu untuk mencari tanah jajahan sebanyak munkin. bertitik tolak diri inilah, akhirnya negara-negara Eropa menjelma menjadi negara imperilis yang saling berlomba untuk mencari dan mendapat tanah jajahan di luar wilayahnya dengan sasaran Asia dan Afrika .

#Lahirnya Nasionalime di Asia dan Afrika 

Nasionalisme di Asia dan Afrika merupakan gerakan yang menentang imperialisme dan kolonialisme bangsa-bangsa barat, maksud dari nasionalisme Asia dan Afrika adalah aliran yang mencerminkan kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrika sebagai reaksi terhadap imperialisme dan kolonialisme bangsa-bangsa barat.

Faktor-faktor yang mendorong timbulnya nasionalisme di Asia dan Afrika adalah:
  1. Penjajahan bangsa-bangsa barat yang menimbulkan penderitaan dan kesensaraan 
  2. Kenangan kejayaan masa lampau sebagai negara yang jaya, seperti Indonesia pada masa kejayaan Sriwijaya dan Majapahit. 
  3. Munculnya kaum intelektual yang menjadin pengerakan nasional.
  4. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 yang  mendorong bangsa-bangsa di Asia dan Afrika bangkit melawan penjajahan bangsa-bangsa Barat.

Nasionalime bangsa-bangsa di Asia dan Afrika memiliki tiga aspek dan tiga tujuan  yaitu:
  1. Aspek politik, bertujuan untuk mengusir penjajahan asing untuk mendapatkan kemerdekaan.
  2. Aspek sosial – ekonomi , berusaha menghentikan ekploitasi ekonomi asing dan bertujuan untuk membangun masyarakat baru yang bebas dari penderitaan dan kesengsaraan, serta kemelaratan.
  3. Aspek budaya, berusaha untuk mengenai dan menghilangkan kembali budaya asli nenek moyang yang kemudian dengan perkembangan zaman. 

#Lahirnya Nasionalisme di Indonesia

Timbulnya paham nasionalisme bangsa Indonesia tidak lepaskan dari situasi politik pada abad ke 20 pada masa itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai muncul dikalangan penghuni pribumi. Ada 3 pemikiran besar tentang watak nasionalisme Indonesia yang menjadi pada masa sebelum kemerdekaan yakni faham ke islaman . maxisme dan nasionalisme Indonesia. para analis nasionalisme beranggapan bahwa islam memegam peranan penting dalam pembentukan nasionalisme sebagaimana di indonesia.

John Kautsky ( dalam Lengge, 1993 )  menyatakan bahwa “peranan sebagai pemrakarsa utama dalam mengerakkan dukungan rakyat dan mengorganisir suatu pergerakan politik nasional dimainkan oleh kaum intelektual yang telah menyerap sejumlah wawasan dan nilai peradaban barat melalui pendidikan yang disediakan oleh negara penjajahan dan merasa frutasi karena keterbatasan kesempatan politik dan kesempatan lain dalam rezim kolonial”.

Menurut seorang pengamat nasionalisme George Mc. Turman Kahin, bahwa islam bukan saja merupakan mata rantai yang mengikat tali persatuan melainkan juga merupakan simbol persamaan nasib menetang penjajahan asing dan penindasan yang berasal dari agama lain.

Dengan demikian Nasionalisme di Indonesia merupakan suatu fenomena yang beragam dan dapat dibedakan fase-fasenya dari awal sampai akhir, antara mereka yang berfikir di dalam kerangka kebangkitan kembali islam dan di dalam kerangka politik , serta antara orang-orang yang terutama menghendaki kemerdekaan dan kekuasaan belanda dengan orang-orang yang menghendaki kemerdekaan  dengan adanya perubahan sosial yang radikal. Semua itu tergantung pada diri  masing-masing yang terkadang semuanya masih mempunyai tujuan yang sama meski cara yang di tempuh berbeda-beda.

Demikian Resume Sejarah Lahirnya Nasionalisme Dan Identitas Nasional Sebagai Karakter Bangsa ini diulas, semoga dapat membantu kamu dalam mencari artikel Resume Sejarah Lahirnya Nasionalisme Dan Identitas Nasional Sebagai Karakter Bangsa. Baca juga Makalah Peran Pemuda Mengisi Kemerdekaan Indonesia
LihatTutupKomentar
Cancel

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel