Data Letusan Gunung Tangkuban Perahu

Data Letusan Gunung Tangkuban Perahu

Data Letusan Gunung Tangkuban Perahu; Siapa yang tak tahu dengan Gunung Tangkuban Perahu? Gunung ini merupakan tempat wisata paling populer di Bandung Jawa Barat dikabarkan terlah erupsi dan menyemburkan abu vulkanik sekitar pukul 16.00 atau pukul 4 sore WIB pada hari Jumat kemarin tanggal 26 Juli 2019.

Dalam sejarahnya Gunung Tangkuban Parahu sudah mengalami beberap akali erupsi atau meletus. Dalam kurun waktu hampir 200 (dua ratus) tahun ini gunung Tangkuban Parahu tidak pernah mengalami letusan yang dasyat.

Gunung Tangkuban Perahu yang selalu dikaitkan dengan mitos Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini telah menyita banyak perhatian wisatawan, baik dari manca negara maupun lokal. Gunung Tangkuban Perahu yang mempunyai ketinggian sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut ternyata sudah beberapa kali mengalami erupsi.

Dalam sejarahnya Gunung Tangkuban Parahu sudah mengalami beberap akali erupsi atau meletus. Dalam kurun waktu hampir 200 (dua ratus) tahun ini gunung Tangkuban Parahu tidak pernah mengalami letusan yang dasyat. Baca juga artikel Penjelasan Ayam Dulu Apa Telur Dulu Menurut Alquran

Data Letusan Gunung Tangkuban Perahu

  1. Tahun 1829: Letusan berupa abu dan batu dari Kawah Ratu dan Domas.
  2. Tahun 1846: Terjadi peningkatan kegiatan.
  3. Tahun 1896: Terbentuk fumarol baru di sebelah utara Kawah Badak dari Kawah Ratu.
  4. Tahun 1910: Kolom asam membumbung setinggi 2 Km di atas dinding kawah, letusan berasal dari Kawah Ratu.
  5. Tahun 1926: Letusan freatik di Kawah Ratu membentuk lubang Ecoma.
  6. Tahun 1935: Lapangan fumarol baru disebut Badak terbentuk, 150 m ke arah selatan baratdaya dari Kawah Ratu
  7. Tahun 1952: Letusan abu didahului oleh letusan hidrotermal freatik
  8. Tahun 1957: Letusan freatik di Kawah Ratu, terbentuk lubang kawah baru
  9. Tahun 1961: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
  10. Tahun 1965: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
  11. Tahun 1967: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
  12. Tahun 1969: Letusan freatik didahului letusan lemah yang menghasilkan abu
  13. Tahun 1971: Letusan freatik
  14. Tahun 1983: Awan abu membumbung setinggi 150 m di atas Kawah Ratu.
  15. Tahun 1992: Peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dan letusan freatik kecil
  16. Tahun 1994: Letusan freatik di kawah baru
  17. Tahun 1999: Peningkatan aktivitas
  18. Tahun 2002: Peningkatan aktivitas
  19. Tahun 2005: Peningkatan aktivitas
  20. Tahun 2013: Beberapa kali terjadi peningkatan aktivitas (Februari, Maret, Oktober). Sejarah baru terjadi dengan 11 kali letusan freatik dalam kurun waktu 4 hari (5-10 Oktober 2013)
  21. Terakhir tahun 2019:  Gunung tangkubanparahu kembali mengalami erupsi pada hari Jumat sore (26 Juli 2019) sekitar pukul 15:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ±200 meter di atas puncak (±2.284 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi ± 5 menit 30 detik.

Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Perahu kembali terpantau sejak Senin 22 Juli 2019 Berdasarkan pengamatan PVBMG visual gunung api tampak jelas dan nyata. Asap kawah utama bertekanan lemah hingga sedang dan teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal. Dari hasil rekaman seismograf PVMBG 21 Juli 2019 terpantau terjadi 425 kali gempa Hembusan. Sementara itu terjadi 2 kali gempa Tremor Harmonik, 3 kali gempa Low Frequency, 3 kali gempa Vulkanik Dalam dan 3 kali gempa Tektonik Jauh.

Demikian Data Letusan Gunung Tangkuban Perahu ini disampaikan sebagai bahan referensi sejarah Gunung Tangkuban Perahu yang telah menjadi tempat wisata populer di Indonesia. Baca juga artikel Kebudayaan Suku Baduy yang Unik
LihatTutupKomentar
Cancel

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel