6 Ciri Perubahan Semangat Kerja

6 Ciri Perubahan Semangat Kerja

6 Ciri Perubahan Semangat Kerja - Ciri perubahan kondisi semangat kerja perlu diketahui oleh perusahaan agar dapat mengambil tindakan-tindakan perbaikan jika ternyata diketahui bahwa dari tanda-tanda tersebut menunjukkan semangat kerja yang menurun, sehingga perusahaan dapat terhindar dari kerugian.

Di bawah ini Ciri Perubahan Semangat Kerja atau tanda-tanda perubahan ini merupakan hal yang tidak mutlak, tetapi karena kondisi ini merupakan kecenderungan secara umum, maka perlu diketahui oleh perusahaan.
6 Ciri Perubahan Semangat Kerja - Ciri perubahan kondisi semangat kerja perlu diketahui oleh perusahaan agar dapat mengambil tindakan-tindakan perbaikan jika ternyata diketahui bahwa dari tanda-tanda tersebut menunjukkan semangat kerja yang menurun, sehingga perusahaan dapat terhindar dari kerugian.

6 Ciri Perubahan Semangat Kerja

Menurut Alex.S. Nitisemito (1996 : 161) Ciri Perubahan Semangat Kerja atau tanda-tanda perubahan kondisi semangat kerja karyawan adalah sebagai berikut :

Turunnya Atau Rendahnya Produktivitas Kerja

Salah satu tanda adanya perubahan kondisi terhadap semangat kerja karyawan ditunjukkan dari turunnya produktivitas kerja ini dapat terjadi karena kemalasan, penundaan pekerjaan, dan sebagainya.

Tingkat Absensi Yang Naik Atau Tinggi

Tingkat absensi yang naik, sebenarnya juga merupakan salah satu indikasi turunnya semangat kerja, karena itu bila ada gejala-gejala absensi naik maka perlu segera dilakukan penelitian. Pada umumnya bila semangat kerja karyawan turun, maka mereka akan malas untuk setiap hari datang bekerja. Apabila, bilamana kompensasi atau upah yang diterimanya tidak dipotong waktu mereka tidak masuk. Setiap ada kesempatan untuk tidak bekerja akan mereka pergunakan, apabila bilamana waktu yang luang tersebut dapat dipakai untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi meskipun untuk sementara.

Tingkat Perpindahan Karyawan Yang Tinggi (LTO)

Tingkat perpindahan karyawan yang tinggi diakibatkan ketidaksenangan mereka pada perusahaan tersebut. Sehingga untuk itu mereka berusaha mencari pekerjaan lain yang dianggap lebih sesuai. Tingkat keluar masuknya karyawan yang tinggi selain dapat menurunkan produktivitas kerja, juga dapat mengganggu kelangsungan jalannya perusahaan.Perpindahan karyawan juga dapat terjadi karena jumlah tenaga kerja yang diperlukan jauh lebih sedikit dari pada permintaan, dimana tingkat keluar masuknya karyawan lebih tinggi, dapat juga karena munculnya perusahaan baru.

Kegelisahan Di mana-Mana

Kegelisahan akan terjadi bilaman semangat kerja menurun, kegelisahan – kegelisahan itu dapat terwujud dalam bentuk ketidak tenangan kerja, keluh kesah, dan sebagainya.

Tuntutan Yang Seringkali Terjadi

Tuntutan  merupakan  perwujudan  dari  keidakpuasan.  Pada tahap-tahap tertentu, ketidak puasan akan menimbulkan keberanian untuk mengajukan tuntutan kepada perusahaan. Untuk itu perusahaan harus selalu waspada.

Pemogokan

Pemogokan merupakan perwujudan dari ketidakpuasan, kegelisahan, yang menimbulkan tuntutan. Apabila tuntutan tidak berhasil maka akan berakhir dengan pemogokan. Hal ini dapat menimbulkan kelumpuhan bagi perusahaan dengan segala akibatnya.Meskipun pemogokan yang terjadi akhirnya dapat diatasi, ketegangan yang mempengaruhi hubungan atasan dengan bawahan dapat berlangsung cukup lama.

Jadi, semangat kerja rendah terlihat bila individu atau kelompok bertindak dan bersikap apatis, tidak ada keterlibatan dan tidak tertarik pada pekerjaan dan hasil kerja, adanya kelesuan pekerjaan, rasa putus asa dalam diri pekerja, tingkat kemangkiran yang tinggi, keterlambatan, dan perputaran tenaga kerja yang tinggi, dan tingkat kesalahan yang tinggi.

Demikian artikel tentang 6 Ciri Perubahan Semangat Kerja ini diulas, semoga kita terhindar dari Ciri-ciri Perubahan Semangat Kerja di atas. Baca juga artikel lainnya Jenis Usaha yang Menguntungkan
LihatTutupKomentar
Cancel

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel