Sumber Daya Manusia: Pengertian Lengkap dan Fungsinya

Sumber Daya Manusia: Pengertian Lengkap dan Fungsinya - Di bawah ini admin memaparkan pengertian lengkap Sumber Daya Manusia menurut para pakar dan ahli di bidangnya, dilengkapi dengan fungsi-fungsi Sumber Daya Manusia di dunia ini. Mari kita simak sama-sama agar Sumber Daya Manusia di Indonesia semakin meningkat pesat dan terarah.

Sumber Daya Manusia: Pengertian Lengkap dan Fungsinya - Pengelolaan sumber daya manusia tidaklah semudah pengelolaan sumber daya yang lainnya, karena manajemen sumber daya manusia lebih menitikberatkan perhatiannya pada faktor manusia yang mempunyai akal, perasaan dan berbagai tujuan. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuan, sebagian besar tergantung pada manusianya.Oleh karena itu tenaga kerja harus mendapat perhatian khusus dan merupakan sasaran dari manajemen sumber daya manusia untuk mendapatkan, mengembangkan, memelihara dan memanfaatkan karyawan sesuai dengan fungsi dan tujuan perusahaan. Proses pengelolaan tenaga kerja selalu merupakan hal yang sangat penting, sehingga perusahaan tersebut harus mempunyai ketentuan untuk mengatur, mengkoordinasikan masalah-masalah personalia, dan memelihara kepuasan karyawan. Tanggung jawab ini dimulai dari pemilihan posisi yang tepat bagi tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuannya, pada saat permulaan karyawan memasuki perusahaan.

Pengertian Sumber Daya Manusia Lengkap

Dengan semakin berkembangnya jumlah sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan, maka diperlukan adanya suatu manajemen yang khusus dalam pemanfaatan sumber daya manusia untuk bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi, yang disebut manajemen personalia atau manajemen sumber daya manusia.

Manajemen bukan saja mengelola sumber daya manusia, tetapi juga material, modal dan faktor produksi lainnya.Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang paling penting yang harus dimiliki oleh setiap organisasi atau perusahaan, oleh karena itu diperlukan pengelolaan sumber daya manusia secara lebih baik, agar diperoleh sumbangan yang berarti bagi kemajuan organisasi atau perusahaan.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai manajemen sumber daya manusia, berikut ini akan dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut :

Malayu S.P Hasibuan (2003 :10)
Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

T.Hani Handoko (2000 : 4)
Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.

James A.F. Stoner (2003 : 68)
Manajemen sumber daya manusia adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan penarikan, penempatan, pelatihan, dan pengembangan anggota organisasi.

Mary Parker Follett
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaanpekerjaan itu sendiri.

Edwin B. Flippo
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, penginegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat

Marwansyah (2010:3)
Manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber dayamanusia di dalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan hubungan industrial.

Flippo (1994:5)
Manajemen Sumber daya manusia sering disebut juga dengan manajemen personalia. Manajemen personalia merupakan proses manajemen yang diterapkan terhadap personalia yang ada di organisasi. Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.

Sastrohadiwiryo (2002)
Menggunakan istilah manajemen tenaga kerja sebagai pengganti manajemen sumber daya manusia. Menurutnya, manajemen tenaga kerja merupakan pendayagunaan, pembinaan, pengaturan, pengurusan, pengembangan unsur tenaga kerja, baik yang berstatus sebagai buruh, karyawan, maupun pegawai dengan segala kegiatannya dalam usaha mencapai hasil guna dan daya guna yang sebesar-besarnya, sesuai dengan harapan usaha perorangan, badan usaha, perusahaan, lembaga, maupun instansi.

Hasibuan (2003,  10)
Adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manajemen manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur MSDM adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Dengan demikian, fokus yang dipelajari MSDM ini hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia saja.

Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja. MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus.

Achmad S. Rucky
MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan, pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.

Mutiara S. Panggabean
MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan di bidang sumber daya manusia dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi pekerja.Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.

Hadari Nawawi (2003:42)
Mengemukakan bahwa MSDM adalah : “Proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi agar potensi fisik dan psikis yang dimiliki berfungsi maksimal bagi tercapainya tujuan perusahaan”.

Fustino Cardoso Gomes (2002:3)
Memberikan pengartian yang berbeda, bahwa MSDM adalah : “Suatu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya”.

M.Manullang (2004:198)
Adalah sebagai berikut : “Manajemen Sumber Daya Manusia adalah seni dan ilmu pengadaan, pengembangan dan pemanfaatan SDM sehingga tujuan perusahaan dapat direalisasikan secara daya guna dan kegairahan kerja dari semua kerja”.

Mathis dan Jackson (2006, 3)
Adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.

Fisher et.al (1993,5)
Mendefinisikan : Human Resources Management (HRM) involves all management decisions and practices that directly affect or influence the people, or human resources who work for the organization. (MSDM melibatkan semua keputusan dan praktek manajemen yang berdampak langsung atau berpengaruh ke semua orang, atau sumber daya manusia yang bekerja bagi organisasi)

Gary Dessler (1997,2)
Adalah kebijakan dari praktik yang dibutuhkan seseorang untuk menjalankan aspek “orang” atau SDM dari posisi seorang manajemen, meliputi perekrutan, penyaringan, pelatihan, pengimbalan dan penilaian. The Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) dalam Mullins (2005) Dinyatakan : The design, implementation and maintenance of strategies to manage people for optimum business performance including the development of policies and process to support these strategies. (strategi perancangan, pelaksanaan dan pemeliharaan untuk mengelola manusia untuk kinerja usaha yang optimal termasuk kebijakan pengembangan dan proses untuk mendukung strategi).

M.T.E. Hariandja (2002,2)
Manajemen Sumber Daya Manusia yang sering juga disebut dengan manajemen personalia oleh para penulis didefinisikan secara berbeda.

Gouzali Saydam (2000, 4)
Manajemen Sumber Daya Manusia terdiri dari dua kata yaitu : manajemen dan sumber daya manusia. Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola, menata, mengurus, mengatur atau mengendalikannya. Dengan demikian manajemen pada dasarnya dapat diterjemahkan menjadi pengelolaan, penataan, pengurusan, pengaturan atau pengendalian. Sedangkan sember daya manusia semula merupakan terjemahan dari human recources. Namun ada pula para ahli yang menyamakan SDM dengan manpower atau tenaga kerja, bahkan sebagian orang menyetarakan pengertian SDM dengan personnel (personalia, kepegawaian dan sebagainya).

Veithzal Rivai(2003,1)
Manajemen Sumber Daya Manusia  merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam fungsi atau bidang produksi, pemasaran, keuangan, maupun kepegawaian. Karena sumber daya manusia dianggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan perusahaan, maka berbagai pengalaman dan hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam apa yang disebut manajemen sumber daya manusia. Istilah “manajemen” sempunyai arti sebagai kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia.

Dari pengertian di atas, lebih ditekankan pada pengelolaan manusia bukan sumber daya yang lainnya. Keberhasilan pengelolaan organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia.

Pengelolaan sumber daya manusia tidaklah semudah pengelolaan sumber daya yang lainnya, karena manajemen sumber daya manusia lebih menitikberatkan perhatiannya pada faktor manusia yang mempunyai akal, perasaan dan berbagai tujuan. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuan, sebagian besar tergantung pada manusianya.Oleh karena itu tenaga kerja harus mendapat perhatian khusus dan merupakan sasaran dari manajemen sumber daya manusia untuk mendapatkan, mengembangkan, memelihara dan memanfaatkan karyawan sesuai dengan fungsi dan tujuan perusahaan.

Proses pengelolaan tenaga kerja selalu merupakan hal yang sangat penting, sehingga perusahaan tersebut harus mempunyai ketentuan untuk mengatur, mengkoordinasikan masalah-masalah personalia, dan memelihara kepuasan karyawan. Tanggung jawab ini dimulai dari pemilihan posisi yang tepat bagi tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuannya, pada saat permulaan karyawan memasuki perusahaan.

Melalui kegiatan manajemen sumber daya manusia, diharapkan dapat terciptanya efektivitas dan efisiensi kerja yang akhirnya dapat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan. Demikian pentingnya manajemen sumber daya manusia ini, sehingga diperlukan ahli-ahli dibidang tersebut untuk dapat membantu pimpinan dalam menghadapi masalah yang timbul terutama mengenai masalah karyawan.

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Untuk melengkapi pengertian dari manajemen sumber daya manusia harus memasukkan juga fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia. Ada dua kategori fungsi manajemen sumber daya manusia yang terdiri dari empat fungsi manajerial dan enam fungsi operasional, yang dikemukakan oleh :

Malayu S.P Hasibuan (2003 :21 – 23) kategori pertama adalah fungsi manajerial yang terdiri dari:

Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan  dalam  membantu  terwujudnya tujuan.

Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasinya, dalam bagan organisasi.

Pengarahan (directing)
Pengarahan adalah mengusahakan agar pegawai mau bekerja dengan efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

Pengawasan (controlling)
Pengawasan adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan, agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana.

Kategori berikutnya adalah fungsi operasional yang terdiri dari :

Pengadaan (Procurement)
Pengadaan merupakan proses penarikan seleksi, penempatan, orientasi,dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan.

Pengembangan (Developing)
Pengembangan merupakan proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.

Kompensasi (Compensation)
Pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung, uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan sebagai balas jasa yang layak dan sesuai dengan sumbangan mereka untuk mencapai tujuan organisasi.

Pengintegrasian (Integration)
Pengintegrasian merupakan kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercapai kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.

Pemeliharaan (Maintenance)
Pemeliharaan merupakan kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka tetap mau bekerja sama dengan perusahaan sampai pensiun.

Pemisahan hubungan kerja (Separation)
Kadang-kadang fungsi ini bukan dianggap fungsi operasional dari manajemen personalia.Meskipun sebenarnya merupakan tugas dan tanggung jawab dari manajer tersebut.Salah satu fungsi dari manajemen personalia adalah pengembalian karyawan tersebut kedalam masyarakat.Organisasi bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah karyawan setelah keluar dari perusahaan dan menjamin karyawan yang dikembalikan kedalam masyarakat dalam kondisi sebaik mungkin.

Dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia terbagi menjadi dua yaitu fungsi manajerial dan fungsi operasional.Fungsi manajerial titik beratnya pada perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.Fungsi operasional titik beratnya pada pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan hubungan kerja.Tujuan dari fungsi manajerial maupun fungsi operasional yang telah dikemukakan diatas adalah untuk membantu karyawan sebaik mungkin guna mencapai tujuan organisasi.

Nah itulah ulasan tantang Sumber Daya Manusia: Pengertian Lengkap dan Fungsinya semoga dapat menambah wawasan kita mengenai Sumber Daya Manusia. Baca juga artikel lainnya Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli Lengkap
Sekedar Informasi
Baca dengan teliti, hindari copy paste. Jika artikel pada blog ini menjadi referensi silakan cantumkan sumber "nangkring.net".
Kamu dapat mengirimkan request artikel ke email: nangkringblog@gmail.com

Belum ada Komentar untuk "Sumber Daya Manusia: Pengertian Lengkap dan Fungsinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel