Contoh Surat Gadai Sawah

Contoh Surat Gadai Sawah

Contoh Surat Gadai Sawah - Pernahkah kamu mendengar Gadai Sawah? Atau Gadai Tanah? Nah di bawah ini saya akan sedikit menjelaskan apa itu gadai dan memberikan contoh surat gadai sawah yang sudah saya sering buat untuk menggadai sawah-sawah tetangga saya.

Contoh Surat Gadai Sawah - Definisi  gadai  itu sendiri secara  umum  yang diatur  dalam  Pasal  1150  Kitab  Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata), :“Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang kreditur atas suatu barang bergerak yang bertumbuh maupun tidak bertumbuh yang diberikan kepadanya oleh debitur atau orang lain atas namanya untuk menjamin suatu hutang, dan yang akan memberikan kewenangan kepada kreditur untuk mendapatkan pelunasan dari barang tersebut lebih dahulu daripada kreditur-kreditur lainnya terkecuali biaya- biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk memelihara benda itu, biaya-biaya mana yang harus didahulukan.” Dari definisi gadai tersebut terkandung beberapa unsur pokok yang perlu kita ketahui, yaitu:

Pentingkah Surat Gadai Sawah?

Sepengetahuan saya di kampung-kampung itu jarang sekali orang yang menggadaikan sawahnya dengan bukti tertulis atau tertib administrasi. Jika ditanya penting atau tidak, jelas Contoh Surat Gadai Sawah itu sangat penting dibuat, demi terciptanya administrasi yang jelas dan kuat.

Surat Gadai Sawah berguna bagi hubungan komunikasi antar yang penggadai dan yang menggadaikan, hal ini berkaitan erat dengan menjaga sengketa pada sewaktu-waktu. Sebagai bukti adanya transaksi gadai maka dibuatlah surat gadai.

Pengertian Gadai

Definisi  gadai  itu sendiri secara  umum  yang diatur  dalam  Pasal  1150  Kitab  Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata), :“Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang kreditur atas suatu barang bergerak yang bertumbuh maupun tidak bertumbuh yang diberikan kepadanya oleh debitur atau orang lain atas namanya untuk menjamin suatu hutang, dan yang akan memberikan kewenangan kepada kreditur untuk mendapatkan pelunasan dari barang tersebut lebih dahulu daripada kreditur-kreditur lainnya terkecuali biaya- biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk memelihara benda itu, biaya-biaya mana yang harus didahulukan.” Dari definisi gadai tersebut terkandung beberapa unsur pokok yang perlu kita ketahui, yaitu:
  1. Gadai lahir karena perjanjian penyerahan kekuasaan atas barang gadai kepada kreditur pemegang gadai;
  2. Penyerahan itu dapat dilakukan oleh debitur atau orang lain atas nama debitur;
  3. Barang yang menjadi obyek gadai hanya benda bergerak, baik bertubuh maupun tidak bertubuh;

Contoh Surat Gadai Sawah

SURAT KETERANGAN GADAI

Kami yang bertanda tangan di bawah ini masing-masing:
Nama : JUMI
Umur : 65
Alamat : Kp. Cipedang
Pekerjaan : Tani
Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama (I)

Nama : Ayu Utami 
Umur : 28
Pekerjaan : Guru
Alamat : Kp. Cipedang
Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua (II)

Bahwa Pihak Pertama benar-benar mengaku telah menggadaikan sepetak sawahnya seluas 1 (Satu) Kotak kepada Pihak Kedua dengan uang sebanyak Rp. 5. 000.000,- (Lima Juta Rupiah).

Sawah tersebut milik atas nama JUMI yang terletak di lingkungan Kp. Sukamaju Desa Cipedang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Jumi
Sebelah Timur : Epi
Sebelah Selatan : Omi
Sebelah Barat : Sanusi

Dengan perjanjian bahwa apabila sawah tersebut akan digarap oleh penggadai atau Pihak Ke II dan jika suatu hari sawah tersebut ditebus oleh Pihak Ke I maka uang yang dikembalikan tetap Rp. 5.000.000 (Lima Juta Rupiah)

Demikianlah Surat Keterangan Gadai ini dibuat atas kesepakatan kedua belah pihak dan tanpa paksaan dari siapapun.

Pihak Kedua (II), Pihak Pertama (I),



( Ayu Utami )        ( J u m i ) 

Saksi-saksi :

1. Dakiah (..................)
2. Isah (..................)
3. Hasan (..................)

Itulah Contoh Surat Gadai Sawah ini diulas, semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya yang berjudul Pengertian Surat Lamaran Pekerjaan dan Contohnya
LihatTutupKomentar
Cancel

Cancel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel